Rabu, Desember 05, 2018

2. Tanjakan Ilmu dan Makrifat ( 2 )




Edisi N0: ( 13 )  12 Oktober 2017 M/  22 Muharram 1439 H

ÄTANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT ( Bagian 6 )

Ringkasan yang lalu :

yang mewajibkanku ma’rifat Tuhanku, sesungguhnya orang yang paling kenal Alloh merekalah yang paling takut kepadaNya, dan yang paling banyak ibadahnya dan yang paling baik mengambil nasehat dari Alloh ”

 

Karena begitu pentingnya kedudukan ilmu, maka :

* Berjuanglah sungguh-sungguh untuk ikhlas dalam mencari ilmu

* Carilah ilmu secara tekstual, bukan kontekstual

* Hati-hatilah bahaya yang mengancam para pencari ilmu, jika :

- alasan mencari ilmu agar menjadi pusat perhatian orang

- agar bisa duduk dekat umaro’ ( pemerintah )

- dipandang oleh para pemerhati

- atau mencari-cari perhatian

 

sebagaimana yang diperingatkan oleh Rasululloh SAW :

Rasululloh SAW bersabda : ” Barangsiapa yang mencari ilmu karena agar bisa mengungguli ulama lain, atau agar dihormati oleh orang bodoh, atau agar manusia memalingkan pandangannya kepadanya, maka Alloh akan memasukkannya ke dalam neraka ”

 

Abu Yazid al-Busthomi mengatakan :

“ Aku memahami dari mujahadahku selama 30 tahun, bahwa aku tidak menemukan sesuatupun yang lebih dahsyat dari ilmu dan bahaya meninggalkannya “

 

Hati-hatilah terhadap bisikan setan yang membisikimu :

“ kalau kamu sudah terbebas dari bahaya besar itu, tidak mencari ilmu juga tidak masalah “

 

 Maka jangan ikuti bisikan setan tersebut, karena Rasululloh SAW bersabda : 

 

Aku diperlihatkan neraka, saat perjalanan mi’raj, dan kebanyakan penghuninya adalah orang faqir, para sahabat bertanya : apakah mereka faqir harta ?, Rasul menjawab : bukan, tapi faqir ilmu

 

Maka orang yang tidak mencari ilmu, tidak bias sempurna amaliyah ibadahnya , meskipun seseorang beribadah seperti malaikat langit, namun tidak berlandaskan ilmu, maka dia termasuk orang yang merugi.

 

Dasar-dasar Akidah

 

Jika kalian perhatikan semua ciptaan di dunia secara seksama, maka kalian akan menyimpulkan bahwa semua itu pastilah karena ada Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Maha berkehendak, Maha Mendengar, Maha melihat dan Maka Komunikatif.

 

Terbebas dari barunya ucapan, ilmu dan kehendak. Bebas dari segala kekurangan dan kerusakan, dan tidak mempunyai sifat sebagaimana sifatnya makhluk, dan tidak terjerat seperti jeratan makhluk yang terbatas, dan tidak serupa atau diserupakan dengan makhluk, tidak membutuhkan waktu dan arah, dan tidak terganti oleh hal-hal yang baru dan yang rusak/hancur

 

Aku mengkaji mukjizat Rasululloh SAW, maka aku meyakini bahwa Rasululloh adalah yang terpercaya untuk menjaga wahyu Alloh, dan orang salaf meyakini bahwa Alloh menunjukkan akherat kepada beliau sebagai sesuatu yang tidak terbatas.

 

Dan bahwa AL-Qur’an itu adalah kalamulloh, bukan makhluk, dan tidak berupa penggalan huruf, atau aneka ragam suara

 

Kecuali dengan ketentuan Alloh dan keMaha kuasaanNya, serta irodatNyalah  ada baik dan buruk, ada manfaat dan bahaya, ada iman dan ada kufur, dan tidak satu makhluk pun yang membatasi kekuasanNya, Dia akan membalas dengan anugerahnya dan menghukum dengan keadilanNya.

 

Apa yang disampaikan Rasululloh adalah benar, terkait tentang perihal akherat, hari berbangkit, adzab kubur, pertanyaan munkar dan nankir, serta mizan dan Shiroth  juga syafa’ah.

 

Demikianlah akidah para salaf dan benar-benar dipegang teguh.

 

Wallohu a’lam bish-showab


( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam al-Ghozali    hal. : 66 -69)

Bahasan yang akan datang : “ Lanjutan ( bagian 6 ) : TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT : Suasana kalbu


0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak