Ringkasan yang lalu :
yang mewajibkanku ma’rifat
Tuhanku, sesungguhnya orang yang paling kenal Alloh merekalah yang paling takut
kepadaNya, dan yang paling banyak ibadahnya dan yang paling baik mengambil
nasehat dari Alloh ”
Karena begitu pentingnya
kedudukan ilmu, maka :
* Berjuanglah
sungguh-sungguh untuk ikhlas dalam mencari ilmu
* Carilah
ilmu secara tekstual, bukan kontekstual
* Hati-hatilah
bahaya yang mengancam para pencari ilmu, jika :
- alasan mencari ilmu agar menjadi pusat
perhatian orang
- agar bisa duduk dekat umaro’ ( pemerintah )
- dipandang oleh para pemerhati
- atau mencari-cari perhatian
sebagaimana yang
diperingatkan oleh Rasululloh SAW :
|
Rasululloh
SAW bersabda : ” Barangsiapa yang mencari ilmu karena agar
bisa mengungguli ulama lain, atau agar dihormati oleh orang bodoh, atau agar
manusia memalingkan pandangannya kepadanya, maka Alloh akan memasukkannya ke
dalam neraka ”
Abu Yazid al-Busthomi mengatakan :
“ Aku memahami dari mujahadahku selama 30 tahun, bahwa aku
tidak menemukan sesuatupun yang lebih dahsyat dari ilmu dan bahaya
meninggalkannya “
Hati-hatilah terhadap bisikan setan yang membisikimu :
“ kalau kamu sudah terbebas dari bahaya besar itu, tidak
mencari ilmu juga tidak masalah “
Maka
jangan ikuti bisikan setan tersebut, karena Rasululloh SAW bersabda :
Aku diperlihatkan neraka, saat perjalanan mi’raj, dan
kebanyakan penghuninya adalah orang faqir, para sahabat bertanya : apakah
mereka faqir harta ?, Rasul menjawab : bukan, tapi faqir ilmu
Maka orang yang tidak mencari ilmu, tidak bias sempurna
amaliyah ibadahnya , meskipun seseorang beribadah seperti malaikat langit,
namun tidak berlandaskan ilmu, maka dia termasuk orang yang merugi.
Dasar-dasar Akidah
|
Jika kalian perhatikan semua
ciptaan di dunia secara seksama, maka kalian akan menyimpulkan bahwa semua
itu pastilah karena ada Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Maha
berkehendak, Maha Mendengar, Maha melihat dan Maka Komunikatif.
Terbebas dari barunya ucapan,
ilmu dan kehendak. Bebas dari segala kekurangan dan kerusakan, dan tidak
mempunyai sifat sebagaimana sifatnya makhluk, dan tidak terjerat seperti
jeratan makhluk yang terbatas, dan tidak serupa atau diserupakan dengan
makhluk, tidak membutuhkan waktu dan arah, dan tidak terganti oleh hal-hal
yang baru dan yang rusak/hancur
Aku mengkaji mukjizat Rasululloh
SAW, maka aku meyakini bahwa Rasululloh adalah yang terpercaya untuk
menjaga wahyu Alloh, dan orang salaf meyakini bahwa Alloh menunjukkan akherat
kepada beliau sebagai sesuatu yang tidak terbatas.
Dan bahwa AL-Qur’an itu adalah
kalamulloh, bukan makhluk, dan tidak berupa penggalan huruf, atau aneka
ragam suara
|
|
Kecuali dengan ketentuan Alloh dan keMaha
kuasaanNya, serta irodatNyalah ada baik dan buruk, ada manfaat dan
bahaya, ada iman dan ada kufur, dan tidak satu makhluk pun yang membatasi
kekuasanNya, Dia akan membalas dengan anugerahnya dan menghukum dengan keadilanNya.
Apa yang disampaikan
Rasululloh adalah benar, terkait tentang perihal akherat, hari berbangkit,
adzab kubur, pertanyaan munkar dan nankir, serta mizan dan Shiroth juga syafa’ah.
Demikianlah akidah para salaf dan benar-benar
dipegang teguh.
Wallohu a’lam bish-showab
0 comments:
Posting Komentar