Edisi N0: ( 13 )
12 Oktober 2017 M/ 22 Muharram
1439 H
Ä “ TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT
( Bagian 6 )
Ringkasan yang lalu :
yang mewajibkanku
ma’rifat Tuhanku, sesungguhnya orang yang paling kenal Alloh merekalah yang
paling takut kepadaNya, dan yang paling banyak ibadahnya dan yang paling baik
mengambil nasehat dari Alloh ”
Karena begitu pentingnya kedudukan
ilmu, maka :
-
berjuanglah
sungguh-sungguh untuk ikhlas dalam mencari ilmu
-
Carilah ilmu
secara tekstual, bukan kontekstual
-
Hati-hatilah
bahaya yang mengancam para pencari ilmu, jika :
·
alasan mencari
ilmu agar menjadi pusat perhatian orang
·
agar bisa duduk
dekat umaro’ ( pemerintah )
·
dipandang oleh
para pemerhati
·
atau mencari-cari
perhatian
sebagaimana yang diperingatkan oleh
Rasululloh SAW :
Rasululloh SAW
bersabda : ” Barangsiapa yang mencari ilmu karena agar bisa mengungguli ulama
lain, atau agar dihormati oleh orang bodoh, atau agar manusia memalingkan
pandangannya kepadanya, maka Alloh akan memasukkannya ke dalam neraka ”
Abu Yazid al-Busthomi mengatakan :
“ Aku memahami dari mujahadahku selama 30 tahun, bahwa
aku tidak menemukan sesuatupun yang lebih dahsyat dari ilmu dan bahaya
meninggalkannya “
Hati-hatilah terhadap bisikan setan yang membisikimu :
“ kalau kamu sudah terbebas dari bahaya besar itu,
tidak mencari ilmu juga tidak masalah “
Maka jangan ikuti bisikan setan
tersebut, karena Rasululloh SAW bersabda :
Aku diperlihatkan neraka, saat perjalanan mi’raj, dan
kebanyakan penghuninya adalah orang faqir, para sahabat bertanya : apakah
mereka faqir harta ?, Rasul menjawab : bukan, tapi faqir ilmu
Maka
orang yang tidak mencari ilmu, tidak bias sempurna amaliyah ibadahnya ,
meskipun seseorang beribadah seperti malaikat langit, namun tidak
berlandaskan ilmu, maka dia termasuk orang yang merugi.
Dasar-dasar Akidah
Jika
kalian perhatikan semua ciptaan di dunia secara seksama, maka kalian akan
menyimpulkan bahwa semua itu pastilah karena ada Tuhan yang Maha Kuasa, Maha
Mengetahui, Maha berkehendak, Maha Mendengar, Maha melihat dan Maka
Komunikatif.
Terbebas dari
barunya ucapan, ilmu dan kehendak. Bebas dari segala kekurangan dan kerusakan,
dan tidak mempunyai sifat sebagaimana sifatnya makhluk, dan tidak terjerat
seperti jeratan makhluk yang terbatas, dan tidak serupa atau diserupakan dengan
makhluk, tidak membutuhkan waktu dan arah, dan tidak terganti oleh hal-hal yang
baru dan yang rusak/hancur
Aku mengkaji mukjizat
Rasululloh SAW, maka aku meyakini bahwa Rasululloh adalah yang terpercaya untuk
menjaga wahyu Alloh, dan orang salaf meyakini bahwa Alloh menunjukkan akherat
kepada beliau sebagai sesuatu yang tidak terbatas.
Dan bahwa AL-Qur’an itu adalah
kalamulloh, bukan makhluk, dan tidak berupa penggalan huruf, atau aneka ragam
suara
Kecuali dengan ketentuan
Alloh dan keMaha kuasaanNya, serta irodatNyalah
ada baik dan buruk, ada manfaat dan bahaya, ada iman dan ada kufur, dan
tidak satu makhluk pun yang membatasi kekuasanNya, Dia akan membalas dengan
anugerahnya dan menghukum dengan keadilanNya.
Apa yang disampaikan Rasululloh adalah benar,
terkait tentang perihal akherat, hari berbangkit, adzab kubur, pertanyaan
munkar dan nankir, serta mizan dan Shirotol juga syafa’ah.
Demikianlah akidah para salaf dan benar-benar
dipegang teguh.
Wallohu a’lam bish-showab
( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam
al-Ghozali hal. : 66 -69)
Bahasan yang akan datang : “ Lanjutan
( bagian 7 ) : TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT : Suasana kalbu
Referensi Kitab Minhajul Abidin :















0 comments:
Posting Komentar