Selasa, Desember 11, 2018

KAMINA 12 - TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT


Edisi N0: ( 12 )  5 Oktober 2017 M/  15 Muharram 1439 H

ÄTANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT ( Bagian 5 )

Ringkasan yang lalu :
Yang perlu dipelajari adalah 3 ilmu, yakni : ilmu tauhid, ilmu sirr ( ilmu yang berkaitan dengan hati ) dan ilmu syari’at
Ilmu tauhid adalah ilmu tentang dasar-dasar bergama ( ushuluddin )
2. Ilmu Sirr
Yang menjadi pokok bahasan dalam bidang ilmu sirr adalah mengerti dan memahami apa yang lazim dan apa yang dihindari, sehingga menghasilkan pengagungan Alloh secara maksimal dan meraih ikhlas hanya untuk Alloh dalam hidup dan beribadah, serta niat yang tepat juga amaliyah yang benar, yang akan dibahas pada bab lain.
3. Ilmu Syari’at
Mempelajari tatacara aplikasi pengamalan amaliyah agar dapat dilakukan secara benar, seperti thaharoh, sholat dan puasa
 Mempelajari ilmu tauhid dan ilmu sirr bukan fardlu a’in, tapi fardlu kifayah, namun dalam permasalah tauhid dan sirr, harus ada orang yang paham yang dapat mengajak dan membimbing orang lain, maka meski fardlu kifayah, setiap hamba haruslah mencari dan memiliki penyeru ( da’i ) dan pembimbing.
Dalam hal ilmu tauhid, yang terpenting adalah agar seseorang tidak terjerumus pada hal-hal bid’ah i’tiqodi dan tidak gamang atau terhindar dari syubhat serta keragu-raguan.

Sedang dalam ilmu sirr, yang penting adalah memahami bagaimana kiat menjaga hati agar tidak merusak ibadah , serta memahami ilmunya agar terhindar dar rusaknya ibadah, maka yang harus dipahami dari  ilmu sirr tersebut adalah tentang ikhlas, pujian, syukur dan tawakkal, selain itu tidak wajib

Demikian juga dalam hal ilmu syari’at, yang dalam hal ini adalah ilmu fiqih, maka tidak semua bab harus dipelajari ( seperti mu’amalah, jinayah dan lainnya ),

Dari paparan di atas, maka mengetahui ilmu dari tiga jenis ilmu tersebut sangat urgen dan penting untuk memaksimalkan amaliyah ibadah jasmani dan ruhani, di mana ilmu tauhid menata keyakinan hati, ilmu sirr menjaga kualitas hati, dan ilmu syari’at menata ketepatan ibadah badaniyah.

Definisi ilmu yang bermanfaat

Telah diriwayatkan bahwa Alloh mewahyukan kepada nabi Daud AS : “ wahai Daud, belajarlah ilmu yang bermanfaat, Daud menjawab : wahai Tuhanku, apakah ilmu yang bermanfaat itu ? Alloh berfirman : hendaklah engkau mengetahui  kehebatanKU, kebesaranKu dan KeagunganKu, dan kesempurnaan kuasaku atas segala sesuatu, dan hal-hal itulah yang mendekatkanmu kepada-KU " .

Tujuan dalam mencari ilmu

Untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan untuk menumbuhkan motivasi dalam mencari ilmu, perlu diketahui juga: tujuan puncak kenapa kita harus mencari ilmu.

 Dari Ali KRW, berkata : ” sungguh yang membahagiakanku andai aku mati saat masih bayi dan aku dimasukkan surga , dan aku tidak besar yang mewajibkanku ma’rifat Tuhanku, sesungguhnya orang yang paling kenal Alloh merekalah yang paling takut kepadaNya, dan yang paling banyak ibadahnya dan yang paling baik mengambil nasehat dari Alloh ”

Karena begitu pentingnya kedudukan ilmu, maka :
-   Berjuanglah sungguh-sungguh untuk ikhlas dalam mencari ilmu
-   Carilah ilmu secara tekstual, bukan kontekstual
-   Hati-hatilah bahaya yang mengancam para pencari ilmu, jika :
·  alasan mencari ilmu agar menjadi pusat perhatian orang
·  agar bisa duduk dekat umaro’ ( pemerintah )
·  dipandang oleh para pemerhati
·  atau mencari-cari perhatian
sebagaimana yang diperingatkan oleh Rasululloh SAW :

Rasululloh SAW bersabda : ” Barangsiapa yang mencari ilmu karena agar bisa mengungguli ulama lain, atau agar dihormati oleh orang bodoh, atau agar manusia memalingkan pandangannya kepadanya, maka Alloh akan memasukkannya ke dalam neraka ”

Abu Yazid al-Busthomi mengatakan :
“ Aku memahami dari mujahadahku selama 30 tahun, bahwa aku tidak menemukan sesuatupun yang lebih dahsyat dari ilmu dan bahaya meninggalkannya “

 Wallohu a’lam bish-showab

( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam al-Ghozali    hal. : 65 -67)

Bahasan yang akan datang : “ Lanjutan ( bagian 6 ) : TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT : Godaan setan menghalangi pencari ilmu

Referensi Kitab Minhajul Abidin : Halaman 65-67





0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak