Ä “ TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT
( Bagian 5 )
Ringkasan yang lalu :
Yang perlu dipelajari adalah 3 ilmu, yakni : ilmu
tauhid, ilmu sirr ( ilmu yang berkaitan dengan hati ) dan ilmu syari’at
Ilmu tauhid adalah ilmu tentang dasar-dasar bergama (
ushuluddin )
2. Ilmu Sirr
Yang menjadi pokok bahasan dalam
bidang ilmu sirr adalah mengerti dan memahami apa yang lazim dan apa yang
dihindari, sehingga menghasilkan pengagungan Alloh secara maksimal dan meraih
ikhlas hanya untuk Alloh dalam hidup dan beribadah, serta niat yang tepat juga
amaliyah yang benar, yang akan dibahas pada bab lain.
3. Ilmu Syari’at
Mempelajari tatacara aplikasi
pengamalan amaliyah agar dapat dilakukan secara benar, seperti thaharoh, sholat
dan puasa
Dalam hal ilmu tauhid, yang
terpenting adalah agar seseorang tidak terjerumus pada hal-hal bid’ah i’tiqodi
dan tidak gamang atau terhindar dari syubhat serta keragu-raguan.
Sedang dalam ilmu sirr, yang penting
adalah memahami bagaimana kiat menjaga hati agar tidak merusak ibadah , serta
memahami ilmunya agar terhindar dar rusaknya ibadah, maka yang harus dipahami
dari ilmu sirr tersebut adalah tentang
ikhlas, pujian, syukur dan tawakkal, selain itu tidak wajib
Demikian juga dalam hal ilmu
syari’at, yang dalam hal ini adalah ilmu fiqih, maka tidak semua bab harus
dipelajari ( seperti mu’amalah, jinayah dan lainnya ),
Dari paparan di atas, maka
mengetahui ilmu dari tiga jenis ilmu tersebut sangat urgen dan penting untuk
memaksimalkan amaliyah ibadah jasmani dan ruhani, di mana ilmu tauhid menata
keyakinan hati, ilmu sirr menjaga kualitas hati, dan ilmu syari’at menata
ketepatan ibadah badaniyah.
Definisi ilmu
yang bermanfaat
Telah diriwayatkan bahwa Alloh mewahyukan kepada nabi Daud AS : “ wahai
Daud, belajarlah ilmu yang bermanfaat, Daud menjawab : wahai Tuhanku, apakah
ilmu yang bermanfaat itu ? Alloh berfirman : hendaklah engkau mengetahui kehebatanKU, kebesaranKu dan KeagunganKu, dan
kesempurnaan kuasaku atas segala sesuatu, dan hal-hal itulah yang mendekatkanmu
kepada-KU " .
Tujuan dalam
mencari ilmu
Untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan
untuk menumbuhkan motivasi dalam mencari ilmu, perlu
diketahui juga: tujuan puncak kenapa kita harus mencari ilmu.
Dari Ali KRW,
berkata : ” sungguh yang membahagiakanku andai aku mati saat masih bayi dan aku
dimasukkan surga , dan aku tidak besar yang mewajibkanku ma’rifat Tuhanku,
sesungguhnya orang yang paling kenal Alloh merekalah yang paling takut
kepadaNya, dan yang paling banyak ibadahnya dan yang paling baik mengambil
nasehat dari Alloh ”
Karena begitu pentingnya kedudukan
ilmu, maka :
- Berjuanglah
sungguh-sungguh untuk ikhlas dalam mencari ilmu
- Carilah ilmu
secara tekstual, bukan kontekstual
- Hati-hatilah
bahaya yang mengancam para pencari ilmu, jika :
· alasan mencari
ilmu agar menjadi pusat perhatian orang
· agar bisa duduk
dekat umaro’ ( pemerintah )
· dipandang oleh
para pemerhati
· atau mencari-cari
perhatian
sebagaimana yang diperingatkan oleh
Rasululloh SAW :
Rasululloh SAW
bersabda : ” Barangsiapa yang mencari ilmu karena agar bisa mengungguli ulama
lain, atau agar dihormati oleh orang bodoh, atau agar manusia memalingkan
pandangannya kepadanya, maka Alloh akan memasukkannya ke dalam neraka ”
Abu Yazid al-Busthomi mengatakan :
“ Aku memahami dari mujahadahku selama
30 tahun, bahwa aku tidak menemukan sesuatupun yang lebih dahsyat dari ilmu dan
bahaya meninggalkannya “
Wallohu a’lam bish-showab
( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam
al-Ghozali hal. : 65 -67)
Bahasan yang akan datang : “ Lanjutan
( bagian 6 ) : TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT : Godaan setan menghalangi pencari
ilmu
Referensi Kitab Minhajul Abidin : Halaman 65-67















0 comments:
Posting Komentar