Edisi N0: ( 16 ) 9
Nopember 2017 M/ 20 Shofar 1439 H
Ä “ TANJAKAN TAUBAT ( Bagian 3 )
Ringkasan yang lalu :
Pendahuluan Taubat :
Dalam
prosesi taubat ada pendahuluannya, dan ada 3 hal, yakni :
Pertama :
Mengingat-ingat betapa buruknya dampak dari perbuatan dosa
Kedua :
Mengingat beta dahsyat siksaan Alloh, dan betapa pedihnya murka Alloh yang
tiada seseorangpun yang kuat menghadapi.
Dan sengatan
binatang neraka seperti kala sebesar kuda yang diciptakan dari api dan hidup di
neraka, Na’udzu billah dari murka dan adzab Alloh.
Maka jika kalian cermati ingatan-ingatan tersebut, dan kalian lakukan
berulang-ulang siang dan malam, maka akan membawa kalian pada taubat nasuha
dari dosa, dan Alloh yang Maha pemberi taufiq dengan karuniaNya.
Lalu akan timbul pertanyaan, bukankah Nabi SAW bersabda : “ Taubat itu
adalah penyesalan “. Dan tidak pernah menyebutkan syarat dan tata caranya ?
maka jawabannya adalah :
" Ketahuilah terlebih
dahulu, bahwa penyesalan tidal akan berefek apapun terhadap hamba, karena
penyesalan itu adanya dalam hati yakni menyesal untuk melakukan itu lagi, dan
taubat itu terjangkau oleh hamba dan diperintahkan oleh Alloh, dan sebagaimana
yang kita ketahui jika seseorang menyesal dari perbuatan dosa maka hal itu
tidak mempengaruhi akal pikiran serta harta benda yang dinafkahkan, maka yang
demikian itu bukanlah taubat yang sesungguhnya, dan dapat juga dipahami bahwa
tidaklah setiap kabar itu dengan mudah dipahami dari sisi dhohirnya., bahwa
penyesalan tersebut hakekatnya adalah untuk mengagungkan Alloh, dan takut akan
balasanNya, sebuah rasa yang timbul dari taubat nasuha, dan yang demikian ini
termasuk sifat dan kondisi orang yang bertaubat, maka apabila disebutkan tiga
pendahuluan taubat maka akan timbul penyesalan yang akan membawanya untuk
menyesali dan meninggalkan keinginan berbuat dosa. Demikianlah unsur taubat,
sifat taubat yang sesungguhnya, jika dipahami-insya Alloh- akan mendapat taufiq
dan keutamaan dari Alloh."
Pertanyaan :
Bagaimana terhadap
manusia yang memang tidak punya dosa kecil maupun besar, sebagaimana para Nabi
dan Rasul ?
Jawabannya :
Hal itu mungkin dan
sangat mungkin terjadi, karena Alloh Maha Kuasa mengkhususkan rahmat dan
karunia terhadap siapa yang Dia kehendaki
Syarat Taubat
Kemudian, diantara syarat taubat adalah “ tidak menyengaja
berbuat dosa “, jadi apabila terjatuh ke dalam dosa karena lupa atau salah,
maka yang demikianlah atas karuniaNya Alloh mengampuni.
Jika kalian
katakan : “aku tidak taubat karena aku sadar bahwa saya pasti jatuh dalam dosa
lagi dan tidak mampu bertahan dalam keadaan taubat, maka tidak ada gunanya
bertaubat “
Maka ketahuilah
bahwa yang demikian ini adalah tipuan setan, karena dari mana kalian
mendapatkan ilmu seperti itu? Harapanmu adalah engkau mati dalam keadaan
bertaubat sebelum engkau kembali terjerumus dalam dosa
( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam
al-Ghozali hal. : 75-76)
Bahasan yang akan datang : “ Lanjutan
( bagian 10 ) : TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT : Kelanjutan “ Jenis-jenis Dosa “












0 comments:
Posting Komentar