Senin, Desember 17, 2018

KaMiNa 16 - TAUBAT ( 3 )



Edisi N0: ( 16 )  9 Nopember  2017 M/  20 Shofar 1439 H

ÄTANJAKAN  TAUBAT ( Bagian 3  )

Ringkasan yang lalu :
Pendahuluan Taubat :
Dalam prosesi taubat ada pendahuluannya, dan ada 3 hal, yakni :
Pertama : Mengingat-ingat betapa buruknya dampak dari perbuatan dosa
Kedua : Mengingat beta dahsyat siksaan Alloh, dan betapa pedihnya murka Alloh yang tiada seseorangpun yang kuat menghadapi.

Ketiga : mengingat kelemahan dirimu dan terbatasnya upayamu untuk bertaubat itu, sesungguhnya orang yang tidak tahan dengan panasnya matahari dan pedihnya cemeti serta gigitan semut, bagaimana dia dapat tahan dari panasnya api neraka dan tahan terhadap hantaman cemeti malaikat zabaniyah......


Dan sengatan binatang neraka seperti kala sebesar kuda yang diciptakan dari api dan hidup di neraka, Na’udzu billah dari murka dan adzab Alloh.

Maka jika kalian cermati ingatan-ingatan tersebut, dan kalian lakukan berulang-ulang siang dan malam, maka akan membawa kalian pada taubat nasuha dari dosa, dan Alloh yang Maha pemberi taufiq dengan karuniaNya.

Lalu akan timbul pertanyaan, bukankah Nabi SAW bersabda : “ Taubat itu adalah penyesalan “. Dan tidak pernah menyebutkan syarat dan tata caranya ? maka jawabannya adalah :

" Ketahuilah terlebih dahulu, bahwa penyesalan tidal akan berefek apapun terhadap hamba, karena penyesalan itu adanya dalam hati yakni menyesal untuk melakukan itu lagi, dan taubat itu terjangkau oleh hamba dan diperintahkan oleh Alloh, dan sebagaimana yang kita ketahui jika seseorang menyesal dari perbuatan dosa maka hal itu tidak mempengaruhi akal pikiran serta harta benda yang dinafkahkan, maka yang demikian itu bukanlah taubat yang sesungguhnya, dan dapat juga dipahami bahwa tidaklah setiap kabar itu dengan mudah dipahami dari sisi dhohirnya., bahwa penyesalan tersebut hakekatnya adalah untuk mengagungkan Alloh, dan takut akan balasanNya, sebuah rasa yang timbul dari taubat nasuha, dan yang demikian ini termasuk sifat dan kondisi orang yang bertaubat, maka apabila disebutkan tiga pendahuluan taubat maka akan timbul penyesalan yang akan membawanya untuk menyesali dan meninggalkan keinginan berbuat dosa. Demikianlah unsur taubat, sifat taubat yang sesungguhnya, jika dipahami-insya Alloh- akan mendapat taufiq dan keutamaan dari Alloh."

Pertanyaan :
Bagaimana terhadap manusia yang memang tidak punya dosa kecil maupun besar, sebagaimana para Nabi dan Rasul ?

Jawabannya :
Hal itu mungkin dan sangat mungkin terjadi, karena Alloh Maha Kuasa mengkhususkan rahmat dan karunia terhadap siapa yang Dia kehendaki

Syarat Taubat
Kemudian, diantara syarat taubat adalah “ tidak menyengaja berbuat dosa “, jadi apabila terjatuh ke dalam dosa karena lupa atau salah, maka yang demikianlah atas karuniaNya Alloh mengampuni.

Jika kalian katakan : “aku tidak taubat karena aku sadar bahwa saya pasti jatuh dalam dosa lagi dan tidak mampu bertahan dalam keadaan taubat, maka tidak ada gunanya bertaubat “
Maka ketahuilah bahwa yang demikian ini adalah tipuan setan, karena dari mana kalian mendapatkan ilmu seperti itu? Harapanmu adalah engkau mati dalam keadaan bertaubat sebelum engkau kembali terjerumus dalam dosa

( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam al-Ghozali    hal. : 75-76)

Bahasan yang akan datang : “ Lanjutan ( bagian 10 ) : TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT : Kelanjutan “ Jenis-jenis Dosa “


0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak