Minggu, Desember 16, 2018

KaMiNa 15 - TAUBAT ( 2 )



Edisi N0: ( 15 )  2 Nopember  2017 M/  13 Shofar 1439 H

ÄTANJAKAN TAUBAT  ( Bagian 2 )

Ringkasan yang lalu :
Taubat adalah : sebuah upaya dan usaha kuat  hati, yang menurut para ulama adalah “ menjaga hati dari dosa “. Dan batasan taubat menurut syaikhoni : Meninggalkan dosa sejenis/serupa, meninggalkan dengan rasa bukan hanya gerakan, untuk mengagungkan Alloh dan takut akan murkaNya, dan ada empat syarat dalam tobat :

SYARAT TAUBAT : ADA 4
Pertama : Meninggalkan kecenderungan berbuat dosa, yakni memantabkan hati dan mengalihkan keinginan agar tidak kembali kepada perbuatan dosa sama sekali, sebab jika hanya meninggalkan dosa maka kemungkinan akan kembali berbuat dosa, atau tidak pasti atau ragu-ragu, yang memungkinkan untuk kembali berdosa, dan seperti ini hanya akan menghentikan dosa sesaat namun tidak bertaubat dari dosa tersebut.

Kedua : Mengentikan berbuat dosa yang sejenis sebelumnya, jika tidak demikian maka dia hanya membatasi dan tidak bertaubat, benar ungkapan bahwa Nabi SAW : “ menjaga diri dari kekufuran, dan tidak benar ungkapan bahwa beliau bertaubat dari kekufuran, sedangkan Umar bin khottob memang bertaubat dari kekufuran yang telah lalu
Ketiga : Meninggalkan hal-hal yang setara dengan dosa yang lampau, dalam derajat dan kualifikasi dan bukan dalam bentuk, sebab seorang yang renta yang pernah berbuat zina dan merampok, jika ingin bertaubat ( jika masih terbuka ointu taubat baginya ) tidak mungkin hanya meninggalkan kedua berbuatan tersebut, karena orang tua renta tersebut pasti sudah tidak mampu melakukannya, maka dalam hal seperti ini yang harus dia lakukan adalah meninggalkan dosa yang setara dengan dosa zina dan merampok, seperti berbohong, menuduh orang berzina ( qodzaf ), ghibah mengumpat dan sejenisnya, karena semua hal tersebut adalah maksiat dan bisa menumpuk menjadi dosa yang setara.

Sehingga orang tua renta yang bertaubat dari zina dan merampok tadi bukan hanya meninggalkan perbuatan dosa yang semisal, tapi juga maksiat yang setara dengan dosa tersebut.

Keeempat : Hendaknya niat meninggalkan dosa tersebut karena untuk mengagungkan Alloh SWT, dan takut akan murkaNya, serta takut akan dahsat siksaNya, jadi bukan hanya sekedar orientasi duniawi atau untuk menghindari olok-olok manusia, atau mencari pujian, kemuliaan diri dan menghindari rasa hina.

Inilah syarat taubat, jika dilakukan maka akan membuat taubatnya sempurna, dan inilah taubat yang hakiki dan sebenar-benar taubat.

Pendahuluan Taubat :
Dalam prosesi taubat ada pendahuluannya, dan ada 3 hal, yakni :
Pertama : Mengingat-ingat betapa buruknya dampak dari perbuatan dosa
Kedua : Mengingat beta dahsyat siksaan Alloh, dan betapa pedihnya murka Alloh yang tiada seseorangpun yang kuat menghadapi.

( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam al-Ghozali    hal. : 69 -72)

Bahasan yang akan datang : “ Lanjutan ( bagian 9 ) : TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT : Kelanjutan
“ Pendahuluan taubat “ 

0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak