Edisi N0: ( 15 ) 2
Nopember 2017 M/ 13 Shofar 1439 H
Ä “ TANJAKAN TAUBAT ( Bagian 2 )
Ringkasan yang lalu :
Taubat adalah : sebuah upaya dan usaha kuat hati, yang menurut para ulama adalah “
menjaga hati dari dosa “. Dan batasan taubat menurut syaikhoni : Meninggalkan
dosa sejenis/serupa, meninggalkan dengan rasa bukan hanya gerakan, untuk
mengagungkan Alloh dan takut akan murkaNya, dan ada empat syarat dalam tobat :
SYARAT TAUBAT : ADA 4
Pertama :
Meninggalkan kecenderungan berbuat dosa, yakni memantabkan hati dan mengalihkan
keinginan agar tidak kembali kepada perbuatan dosa sama sekali, sebab jika
hanya meninggalkan dosa maka kemungkinan akan kembali berbuat dosa, atau tidak
pasti atau ragu-ragu, yang memungkinkan untuk kembali berdosa, dan seperti ini
hanya akan menghentikan dosa sesaat namun tidak
bertaubat dari dosa tersebut.
Kedua : Mengentikan berbuat dosa yang sejenis
sebelumnya, jika tidak demikian maka dia hanya membatasi dan tidak bertaubat,
benar ungkapan bahwa Nabi SAW : “ menjaga diri dari kekufuran, dan tidak benar
ungkapan bahwa beliau bertaubat dari kekufuran, sedangkan Umar bin khottob
memang bertaubat dari kekufuran yang telah lalu
Ketiga : Meninggalkan
hal-hal yang setara dengan dosa yang lampau, dalam derajat dan kualifikasi dan
bukan dalam bentuk, sebab seorang yang renta yang pernah berbuat zina dan
merampok, jika ingin bertaubat ( jika masih terbuka ointu taubat baginya )
tidak mungkin hanya meninggalkan kedua berbuatan tersebut, karena orang tua
renta tersebut pasti sudah tidak mampu melakukannya, maka dalam hal seperti ini
yang harus dia lakukan adalah meninggalkan dosa yang setara dengan dosa zina
dan merampok, seperti berbohong, menuduh orang berzina ( qodzaf ), ghibah
mengumpat dan sejenisnya, karena semua hal tersebut adalah maksiat dan bisa
menumpuk menjadi dosa yang setara.
Sehingga orang tua renta yang
bertaubat dari zina dan merampok tadi bukan hanya meninggalkan perbuatan dosa
yang semisal, tapi juga maksiat yang setara dengan dosa tersebut.
Keeempat : Hendaknya niat
meninggalkan dosa tersebut karena untuk mengagungkan Alloh SWT, dan takut akan
murkaNya, serta takut akan dahsat siksaNya, jadi bukan hanya sekedar orientasi
duniawi atau untuk menghindari olok-olok manusia, atau mencari pujian,
kemuliaan diri dan menghindari rasa hina.
Inilah syarat taubat, jika dilakukan maka akan membuat taubatnya sempurna,
dan inilah taubat yang hakiki dan sebenar-benar taubat.
Pendahuluan
Taubat :
Dalam prosesi taubat ada
pendahuluannya, dan ada 3 hal, yakni :
Pertama : Mengingat-ingat betapa buruknya
dampak dari perbuatan dosa
Kedua : Mengingat beta dahsyat siksaan
Alloh, dan betapa pedihnya murka Alloh yang tiada seseorangpun yang kuat
menghadapi.
( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam
al-Ghozali hal. : 69 -72)
Bahasan yang akan datang : “ Lanjutan
( bagian 9 ) : TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT : Kelanjutan
“ Pendahuluan taubat “












0 comments:
Posting Komentar