Edisi N0: ( 14 )
19 Oktober 2017 M/ 29 Muharram
1439 H
Ä “ TANJAKAN TAUBAT ( Bagian 1 )
Ringkasan yang lalu :
Akidah para ulama salaf adalah keyakinan yang utuh,
karena ditopang dengan keilmuan yang akurat dan benar
SUASANA KALBU
Lalu aku melihat pergerakan hati
dan tuntutan batin, yang akan dijelaskan dalam kitab ini, agar dapat digunakan
dalam menambah nilai ruhaniyah pada setiap amalan dan ibadah, dan jika
digunakan dengan cara yang benar, maka akan menjadikan amalan semakin berisi
dan bernilai, dan menjadi hamba yang sempurna, dan suasana kalbu itulah yang
akan menuntunmu menjadi hamba yang sesungguhnya di hadapan Alloh, yang akan
menjadikanmu mulia, dan dengan ilmu menata hati itulah kamu akan mendapatkan
pahala dan imbalan yang maksimal.
TANJAKAN KEDUA : TANJAKAN TAUBAT
Tanjakan selanjutnya yang harus
ditempuh adalah TAUBAT, karena dua alasan :
Pertama :
agar dapat menggapai ”
ketepatan ketaatan ” sebab racun dosa menjadi penghalang, dan mengakibatkan
kehinaan, dan sebab sejengkal dosa akan menghalangi jalan untuk taat kepada
Alloh, dan menghambat pengabdian kepadaNya, serta menghalangi kecenderungan
berbuat baik, dan menghilangkan semangat
untuk taat.
Terus menerus dalam perbuatan dosa akan membuat hati
menghitam kelam, dan terjerumus dalam kegelapan dan menjadi keras, sehingga
sulit mencapai keikhlasan dan kejernihan hati.
Sulit juga menggapai nikmat dan manisnya ” taat ” , maka
jika tanpa sifat Rahimnya Alloh, bisa saja orang yang seperti ini akan
dijerumuskan ke dalam kekafiran dan kesesatan
Sungguh aneh, bagaimana orang ringan untuk taat
jika ia sedang terkena racun kemaksiatan dan kekerasan hatinya ? bagaimana ia
terbimbing untuk mengabdi Jika ia berlama-lama
dalam kemaksiatan ? dan bagaimana ia dapat bermunajat jika ada kotoran dan
najis dalam hatinya ?
Ada khobar shohabat,
Nabi SAW bersabda : ” jika seorang hamba berbohong maka akan kehilangan dua kekuasan akibat
kebohongan yang keluar dari mulutnya ” lalu bagaimana lisan yang seperti ini
bisa digunakan dzikir kepada Alloh ?
Maka akan sulit terjadi seorang yang
terus-menerus bermaksiat mendapatkan hidayah petunjuk, dan akan sulit
mendapatkan manis dan sucinya kalbu, dan yang demikian ini akibat dari racun
dosa dan enggan bertaubat.
Maka benarlah jika ada ucapan : ”
jika kamu berat qiyam lail dan puasa di siang hari, itu karena kamu dibebani
dan tertutup oleh dosa dan kesalahan ”
Kedua : pentingnya taubat agar diterima ibadahmu, karena orang yang sedang
memberi hutang tidak menerima hadiah dan pemberian. Oelh sebab itu taubat dari
kemaksiatan menjadi keharusan, sebab bagaimana mungkin sebuah pemberian
diterima sedangkan hutang belum diangsur dan dibayar? Dan bagaimana bisa
menggapai yang halal jika kamu terus menggenggam yang haram ? dan bagaimana
kamu bisa memuji dan memohon kepada Alloh padahal kamu sedang marah
kepadaNya?.....demikianlah realita orang yang bermaksiat dan terkungkung dalam
kemaksiatan... Alloh-lah Sang Maha Penolong
Apa taubat itu dan bagaimana batasannya, dan apa yang
harus dilakukan seorang hamba agar bersih dari dosa ?
Taubat adalah : sebuah upaya dan usaha
kuat hati, yang menurut para ulama
adalah “ menjaga hati dari dosa “. Dan batasan taubat menurut syaikhoni :
Meninggalkan dosa sejenis/serupa, meninggalkan dengan rasa bukan hanya gerakan,
untuk mengagungkan Alloh dan takut akan murkaNya, dan ada empat syarat dalam
tobat :
( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam
al-Ghozali hal. : 69 -72)
Bahasan yang akan datang : “ Lanjutan
( bagian 8 ) : TANJAKAN ILMU DAN MA’RIFAT : ( Empat syarat taubat )












0 comments:
Posting Komentar