Edisi N0: ( 18 ) 18 Januari 2018 M/
01 Jumadil Awal 1439 H
Ä “TANJAKAN TAUBAT ( Bagian 5 )
SULITNYA
MELEWATI TANJAKAN TAUBAT
Tanjakan
taubah amatlah sulit, karena begitu pentingnya perkara rauvat namun bahaya yang
mengancampun juga cukup besar, kami mendapat kabar dari Ustadz Abu Ishaq
al-isfaroini rahimahulloh, beliau termasuk orang alim yang beramal, berkata : “
aku berdoa selama 30 tahun agar Alloh melimpahkan taubat nasuha kepadaku, lalu
aku heran pada diriku lalu bergumam : Subhanalloh, aku berhajat kepada Alloh
dan berdoa selama 30 tahun dan tidak terwujud hingga saat ini, lalu dalam tidur
aku bermimpi, seakan ada yang menyeru kepadaku : “ apakah kamu merasa heran
dengan yang demikian? Tahukah kamu apa yang engkau pinta kepada Alloh ?
sesungguhnya yang kamu minta adalah agar Alloh mencintaimu, sebagaimana firman
Alloh Q.S. al-Baqoroh 222 : “ Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang
bertaubat dan mencintai orang yang suci “. Apakah ini hajat yang sia-sia? Lihatlah
para pemuka agama, bagaimana mereka memperhatikan dan berusaha untuk menjaga
kesehatan hati mereka, dan usaha mencari bekal untuk akherat mereka “.

BAHAYANYA
MENUNDA TAUBAT
Bahayanya
menunda taubat itu sesungguhnya efek dosa pada awalnya adalah bekunya hati,
lalu pada akhirnya hati itu mati dan beracun, apakah kamu lupa atas godaan
iblis terhadap bal’am bin Ba’uro ? sesungguhnya pada awalnya hanyalah sebuah
dosa, namun akhirnya ia terjerumus ke dalam kekufuran yang abadi, maka
hendaknya kamu bersungguh-sungguh dalam hal taubat ini, agar luluh kerak-kerak
dosa itu dari hatimu, maka harus terus waspada terhadap setiap dosa, banyak
orang sholih yang mengatakan : “ sesungguhnya gelapnya hati itu disebabkan oleh
dosa”
Tanda-tanda hati yang gelap adalah tidak gugup berbuat
dosa, tidak jenak melakukan ketaatan, sulit menerima nasehat, tidak merasa hina
berbuat dosa, merasa sudah bertaubat padahal justru menuju pada dosa besar.
Ada ungkapan seorang penyair :
jangan
sepelekan dosa kecil # kecil jika terus menerus jadi besar
Kami mendapat
kisah dari Kahmas bin Hasan, berkata : “ aku terlanjut melakukan dosa, lalu aku
menangis sejak 40 tahun “ lalu ia ditanya, dosa apakah gerangan itu ?, ia
menjawab : “ aku kedatangan tamu seorang sahabat, lalu aku membelikannya ikan,
lalu dia memakannya, lalu aku berdiri menuju tembok tetangga dan mengambil debu
untuk membasuh tangan sahabatku itu “
Maka waspadalah
dirimu dari dosa, bersegeralah bertaubat, karena ajal kematian itu sebuah
rahasia, dan dunia itu penuh tipu daya, dan bertadhorru’lah kepada Alloh.
Masih ingatkah
kisah bapak moyang kita nabi Adam AS. Dia diciptakan Alloh dengan kekuasaanNya,
lalu ditiupkan ruh, lalu ditempatkan di surge, namun karena satu dosa, dia
diusir dari surge, diriwayatkan Alloh berfirman : “ wahai Adam, Aku ini
tetamgga macam apa di hadapanmu? Lalu adam menjawab : Tetangga yang paling
baik, yaa Alloh “, lalu Alloh berfirman : “ Hai adam, menjauhlah dari dekatKu,
lepaskan mahkota keagunganKu dari kepalamu, sesungguhnya tidak bias bertetangga
denganKu karena bermaksiat padaKu,” lalu menurut riwayat, Adam menangis atas
dosa tersebut selama 200 tahun, hingga Alloh menerima taubatnya dan mengampuni
dosa Adam yang satu itu.
Demikian perihal
taubat, padahal itu menimpa nabi Alloh dan berupa satu jenis dosa, lalu
bagaimana dengan manusia lain yang dosanya tidak terbilang? Dan itu dilakukan
nabi Adam yang langsung bertaubat, lalu bagaimana dengan yang terbiasa menunda
taubat ?
Semoga menjadi ilmu yangmanfa’ah
dan berkah serta diridloi Alloh, aamiin
( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam
al-Ghozali hal. : 78 - 80 )
Bahasan yang akan datang : (
TANJAKAN KE 3 : PENGHALANG ) Bagian 1












0 comments:
Posting Komentar