Jumat, Desember 21, 2018

KaMiNa 18 - TAUBAT ( 5 )



Edisi N0: ( 18 )  18 Januari  2018 M/  01 Jumadil Awal 1439 H

ÄTANJAKAN TAUBAT  ( Bagian 5 )

SULITNYA MELEWATI TANJAKAN TAUBAT
Tanjakan taubah amatlah sulit, karena begitu pentingnya perkara rauvat namun bahaya yang mengancampun juga cukup besar, kami mendapat kabar dari Ustadz Abu Ishaq al-isfaroini rahimahulloh, beliau termasuk orang alim yang beramal, berkata : “ aku berdoa selama 30 tahun agar Alloh melimpahkan taubat nasuha kepadaku, lalu aku heran pada diriku lalu bergumam : Subhanalloh, aku berhajat kepada Alloh dan berdoa selama 30 tahun dan tidak terwujud hingga saat ini, lalu dalam tidur aku bermimpi, seakan ada yang menyeru kepadaku : “ apakah kamu merasa heran dengan yang demikian? Tahukah kamu apa yang engkau pinta kepada Alloh ? sesungguhnya yang kamu minta adalah agar Alloh mencintaimu, sebagaimana firman Alloh Q.S. al-Baqoroh 222 : “ Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang yang suci “. Apakah ini hajat yang sia-sia? Lihatlah para pemuka agama, bagaimana mereka memperhatikan dan berusaha untuk menjaga kesehatan hati mereka, dan usaha mencari bekal untuk akherat mereka “.
Hasil gambar untuk sulitnya taubat

BAHAYANYA MENUNDA TAUBAT
Bahayanya menunda taubat itu sesungguhnya efek dosa pada awalnya adalah bekunya hati, lalu pada akhirnya hati itu mati dan beracun, apakah kamu lupa atas godaan iblis terhadap bal’am bin Ba’uro ? sesungguhnya pada awalnya hanyalah sebuah dosa, namun akhirnya ia terjerumus ke dalam kekufuran yang abadi, maka hendaknya kamu bersungguh-sungguh dalam hal taubat ini, agar luluh kerak-kerak dosa itu dari hatimu, maka harus terus waspada terhadap setiap dosa, banyak orang sholih yang mengatakan : “ sesungguhnya gelapnya hati itu disebabkan oleh dosa”
Tanda-tanda hati yang gelap adalah tidak gugup berbuat dosa, tidak jenak melakukan ketaatan, sulit menerima nasehat, tidak merasa hina berbuat dosa, merasa sudah bertaubat padahal justru menuju pada dosa besar.


Ada ungkapan seorang penyair :
jangan sepelekan dosa kecil # kecil jika terus menerus jadi besar 

Kami mendapat kisah dari Kahmas bin Hasan, berkata : “ aku terlanjut melakukan dosa, lalu aku menangis sejak 40 tahun “ lalu ia ditanya, dosa apakah gerangan itu ?, ia menjawab : “ aku kedatangan tamu seorang sahabat, lalu aku membelikannya ikan, lalu dia memakannya, lalu aku berdiri menuju tembok tetangga dan mengambil debu untuk membasuh tangan sahabatku itu “
Maka waspadalah dirimu dari dosa, bersegeralah bertaubat, karena ajal kematian itu sebuah rahasia, dan dunia itu penuh tipu daya, dan bertadhorru’lah kepada Alloh.

Masih ingatkah kisah bapak moyang kita nabi Adam AS. Dia diciptakan Alloh dengan kekuasaanNya, lalu ditiupkan ruh, lalu ditempatkan di surge, namun karena satu dosa, dia diusir dari surge, diriwayatkan Alloh berfirman : “ wahai Adam, Aku ini tetamgga macam apa di hadapanmu? Lalu adam menjawab : Tetangga yang paling baik, yaa Alloh “, lalu Alloh berfirman : “ Hai adam, menjauhlah dari dekatKu, lepaskan mahkota keagunganKu dari kepalamu, sesungguhnya tidak bias bertetangga denganKu karena bermaksiat padaKu,” lalu menurut riwayat, Adam menangis atas dosa tersebut selama 200 tahun, hingga Alloh menerima taubatnya dan mengampuni dosa Adam yang satu itu.

Demikian perihal taubat, padahal itu menimpa nabi Alloh dan berupa satu jenis dosa, lalu bagaimana dengan manusia lain yang dosanya tidak terbilang? Dan itu dilakukan nabi Adam yang langsung bertaubat, lalu bagaimana dengan yang terbiasa menunda taubat ?

Semoga menjadi ilmu yangmanfa’ah dan  berkah serta  diridloi Alloh, aamiin

( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam al-Ghozali    hal. :  78 - 80 )

Bahasan yang akan datang : ( TANJAKAN KE 3 : PENGHALANG ) Bagian 1

0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak