1.
DUA HAL YANG SANGAT UTAMA
Nabi S.A.W bersabda:
"Ada dua perkara
yang tidak bisa diungguli keutamaannya oleh yang lain, yaitu:
1. Iman kepada Allah
dan
2. Memberi manfaat
kepada sesama muslim."
Memberi manfaat kepada
sesama muslim bisa dengan ucapan, kekuasaan, harta benda, maupun tenaga.
Dalam Hadist lain
Rasulullah S.A.W bersabda:
"Barang siapa berada pada pagi hari tanpa bermaksud menzalimi seorang pun, maka dosa-dosanya diampuni. Barang siapa berada pada pagi hari dan berniat menolong orang yang teraniaya serta memenuhi keperluan orang Islam, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji mabrur."
2. DUA PERINTAH NABI AGAR BERGAUL
DENGAN ULAMA
Nabi S.A.W bersabda:
"Hendaknya kalian
duduk bersama ulama dan mendengarkan perkataan hukama' (orang bijak), karena
sesungguhnya Allah ta'ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah
sebagaimana menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan."
Dari riwayat Thabarani
dari Abu Hanifah disebutkan:
"Duduklah bersama
kubara' (ulama besar) dan bertanyalah kepada para ulama serta bergaullah dengan
para hukama' (orang bijak)."
Dalam riwayat lain
dikatakan:
"Duduklah bersama ulama dan
bergaullah dengan para hukama' serta akrabilah kubara'."
Pada dasarnya ulama itu terbagi
menjadi tiga kelompok:
1. Ulama yang sangat menguasai dan
memahami hukum-hukum Allah.
Ulama seperti itu disebut dengan
ash-habul fatwa, yaitu ulama yang banyak mengeluarkan fatwa.
2. Ulama yang sangat dalam kemampuan
tentang ma'rifat kepada dzat Allah
Ulama seperti itu disebut dengan
hukama'. Golongan ulama seperti ini senantiasa menitikberatkan pada upaya
memperbaiki tingkah laku dan akhlaq, baik untuk diri sendiri maupun umatnya.
Demikian itu karena hati mereka selalu tersinari dengan ma'rifatullah dan jiwa
mereka selalu terseinari dengan cahaya keagungan Allah.
3. Ulama-ulama besar yang disebut
dengan al-kubara'.
Ulama seperti ini senantiasa
malakukan hal-hal yang terpuji untuk kepentingan mahluk Allah, terutama ahli
ibadah. Lirikannya lebih memberi manfaat daripada ucapannya. Barang siapa yang
lirikannya memberi manfaat kepada Anda, maka tentu bermanfaatlah ucapannya.
Begitu pula sebaliknya, barang siapa yang lirikannya tidak memberi manfaat
kepada Anda, maka ucapannya pun tidak akan memberi manfaat.
Disebutkan dalam suatu kisah bahwa
Imam Suhrawardi pernah mengelilingi sebagian masjid Khaif di daerah Mina. Ia
memandangi wajah para hadirin yang ada satu per satu. Ketika ditayakan tentang
sikapnya itu ia menjawab: "Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah
terdapat orang-orang tertentu yang jika seseorang memandang mereka, mereka dapat
memberikan kebahagiaan kepadanya, dan aku sekarang sedang mencarinya."
Rasulullah S.A.W bersabda:
"Akan datang
suatu masa kepada umatku di mana mereka lari dari para ulama dan fuqaha', maka
Allah akan menurunkan tiga macam musibah kepada mereka, yaitu: 1. Allah
menghilangkan berkah dan rizki mereka. 2. Allah menjadikan penguasa yang zhalim
untuk mereka; dan 3. Allah mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa
iman."












0 comments:
Posting Komentar