Rabu, Desember 05, 2018

Pendahuluan Kajian Minhajul Abidin ( 1 )

Hasil gambar untuk minhajul abidin


اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ اْلحَكِـيْمِ , اَلْجَوَادِ اْلكَرِيْمِ , اَلْعَزِيْزِ الرَّحِــيْمِ . الذى خلق الانسان فى احسن تقويم وفطر السماوات بقدرته ودبرالامور بحكمته وما خلق الجن والانس الا لعبادته فالطريق اليه واضح للقاصدين ز والد ليل عليه لائح للناظرين ولكن الله يضل من يشاء ويهد من يشاء وهو اعلم بالمهتدين والصلاة والسلام على سيد المرسلين وعلى اله الابرارالطيبين الطا هرين وسلم وعظم الىيوم الدين
Segala puji tetap bagi Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Yang penuh Hikmah, Pemurah, Mulia, Penyayang, Tuhan yang menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, dan yang menciptakan langit dengan Kudrat-Nya, Mengatur segala urusan dengan Hikmat-Nya, dan tiada Ia menciptakan jin dan manusia melainkan untuk ibadah kepada-Nya.
Menjadikan jalan yang jelas bagi siapa yang bermaksud mendekat kepada-Nya, begitu pula jadi bukti yang menunjukkan arah kepada-Nya bagi siapa yang berfikir, namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyesatkan siapa yang ditakdirkan-Nya sesat, dan Dia pula yang memberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya, karena Dia lebih tahu siapa saja yang layak untuk memperoleh hidayahNya.
Semoga sholawat serta salam melimpah ruah kepada penghulu segala Rosul beserta keluarganya yang baik-baik lagi suci. Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menyelamatkan dan memuliakan mereka hingga hari pembalasan.
Ketahuilah, saudara-saudaraku…… semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala membahagiakan anda dan aku dengan keridhoan-Nya, bahwa ibadah itu adalah buah dari ilmu, faedah dari umur, hasil usaha dari hamba-hamba Allah yang kuat-kuat, barang berharga dari para aulia (kekasih Alloh Subhanahu Wa Ta’ala), jalan yang ditempuh oleh mereka yang bertaqwa, bagian untuk mereka yang mulia. (Dan Ibadahpun) tujuan dari orang-orang yang berhimmah (yang mempunyai tekad dan obsesi yang kuat), syiar (slogan/motto) dari golongan yang terhormat, pekerjaan dari orang-orang yang berani berkata jujur, pilihan dari mereka yang waspada, dan jalan menuju surga.
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَ أَنَا رَ بُّكُمْ فَاعْبُدُونِ [الأنبياء/92]
“ ..dan Aku Tuhan kamu sekalian, beribadahlah kepada-Ku”. (QS Al Anbiya (21) : 92)
Dalam firmanNya yang lain :
إِنَّ هَذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاءً وَ كَانَ سَعْيُكُمْ مَشْكُورًا [الإنسان/22]
“ Sesungguhnya ini adalah ganjaran bagi kamu. Dan usahamu memang disyukuri (diberi balasan)”. (QS Al Insaan (76) : 22)
hal ibadah telah cukup kami (Imam Al Ghazali-pent) pikirkan, telah pula kami teliti jalanya dari awal hingga tujuan akhirnya yang selalu diidam-idamkan oleh para penempuhnya. Ternyata ibadah adalah suatu jalan yang amat sukar, banyak tanjakan-tanjakan (pendakian-pendakiannya), sangat payah/sulit dan jauh perjalanannya. Besar bahayanya, tidak sedikit pula halangan dan rintangannya. Samar untuk mengetahu dimana tempat celaka dan akan binasanya, banyak lawan dan penyamunnya. Sedikit teman dan penolongnya.
Memang jalan ibadah itu seharusnya begitu, sebab ibadah itu jalan menuju ke syurga, jadi semua ini sesuai dengan sabda Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik.
صحيح مسلم - (ج 13 / ص 448/ح 5049) : حُفَّتْ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتْ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
"Syurga itu dikepung oleh segala macam kesukaran (dan hal-hal yang tidak menyenangkan) dan neraka dikepung dengan segala hal-hal yang menyenangkan (menarik)."(HR. MUSLIM - 5049)
Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam melanjutkan dengan sabdanya:
اَلاَ وَ اِنَّا لْجَنَّةُ حَزْنٌ بِرَبْوَةٍ اَلاَ وَ اِنَّ النَّارَ سَهْـلٌ بِشَهْـوَةٍ
“ Perhatikanlah! jalan kesyurga itu penuh rintangan dan mendaki sedangkan jalan keneraka itu mudah dan rata.”
Semua itu ditambah dengan kenyataan bahwa manusia itu lemah, sedangkan zaman sudah payah. Urusan agama mengalami kemunduran. Kesempatan (mengaji dan mengkaji) kurang. Banyak tugas (yang melalaikan urusan ibadah). Umur sangat pendek. Padahal penguji amal kita (Alloh Subhanahu Wa Ta’ala) amat teliti. Ajal semakin dekat. Perjalanan masih jauh. Maka ketaatan adalah satu-satunya yang menjadi bekal, karena itu kita harus taat, tidak bisa tidak….!..KARENANYA SEBUAH KEHARUSAN…!!!.
Namun waktu telah berlalu, tak dapat dipanggil kembali,… pendek kata.. siapa yang taat, dialah yang beruntung, bahagia selama-lamanya. Tetapi siapa yang tidak mau taat, maka rugi dan celakalah dia.
Inilah permasalahannya….jalan yang kita tempuh sulit dan bahayanya besar, karena itulah maka jarang sekali orang yang memilih jalan ini, diantara yang telah memillihnyapun jarang sekali yang benar-benar menempuhnya.
Diantara yang menempuhnya juga, jarang pula yang sampai kepada tujuannya, dan berhasil mencapai apa yang dikejarnya. Mereka yang berhasil itulah orang-orang mulia pilihan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Untuk ma’rifat (mengenal Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dengan sebenarnya karena buah ketaatan) dan mahabbah (mencintai Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, karena buah ilmu yang dipelajari dan amal yang dilaksanakan secara istiqomah) kepada-Nya. Diberinya taufik dan pemeliharaan terhadap mereka, dan disampaikannya dengan penuh karunia kepada keridhoan-Nya.
Marilah kita selalu memohon…. semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, memasukan kita kedalam golongan yang beruntung dengan memperoleh rahmat-Nya.

0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak