
اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ
اْلحَكِـيْمِ , اَلْجَوَادِ اْلكَرِيْمِ , اَلْعَزِيْزِ الرَّحِــيْمِ . الذى خلق
الانسان فى احسن تقويم وفطر السماوات بقدرته ودبرالامور بحكمته وما خلق الجن
والانس الا لعبادته فالطريق اليه واضح للقاصدين ز والد ليل عليه لائح للناظرين
ولكن الله يضل من يشاء ويهد من يشاء وهو اعلم بالمهتدين والصلاة والسلام على سيد
المرسلين وعلى اله الابرارالطيبين الطا هرين وسلم وعظم الىيوم الدين
Segala puji tetap bagi
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Yang penuh Hikmah, Pemurah, Mulia, Penyayang,
Tuhan yang menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, dan yang
menciptakan langit dengan Kudrat-Nya, Mengatur segala urusan dengan Hikmat-Nya,
dan tiada Ia menciptakan jin dan manusia melainkan untuk ibadah kepada-Nya.
Menjadikan jalan yang
jelas bagi siapa yang bermaksud mendekat kepada-Nya, begitu pula jadi bukti
yang menunjukkan arah kepada-Nya bagi siapa yang berfikir, namun Allah Subhanahu
Wa Ta’ala menyesatkan siapa yang ditakdirkan-Nya sesat, dan Dia pula yang
memberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya, karena Dia lebih tahu siapa
saja yang layak untuk memperoleh hidayahNya.
Semoga sholawat serta
salam melimpah ruah kepada penghulu segala Rosul beserta keluarganya yang
baik-baik lagi suci. Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menyelamatkan dan
memuliakan mereka hingga hari pembalasan.
Ketahuilah,
saudara-saudaraku…… semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala membahagiakan anda
dan aku dengan keridhoan-Nya, bahwa ibadah itu adalah buah dari ilmu,
faedah dari umur, hasil usaha dari hamba-hamba Allah yang
kuat-kuat, barang berharga dari para aulia (kekasih
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala), jalan yang ditempuh oleh mereka yang
bertaqwa, bagian untuk mereka yang mulia. (Dan
Ibadahpun) tujuan dari orang-orang yang berhimmah (yang
mempunyai tekad dan obsesi yang kuat), syiar (slogan/motto)
dari golongan yang terhormat, pekerjaan dari orang-orang yang
berani berkata jujur, pilihan dari mereka yang waspada,
dan jalan menuju surga.
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَ
أَنَا رَ بُّكُمْ فَاعْبُدُونِ [الأنبياء/92]
“ ..dan Aku
Tuhan kamu sekalian, beribadahlah kepada-Ku”. (QS Al Anbiya (21) : 92)
Dalam firmanNya yang lain :
إِنَّ
هَذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاءً وَ كَانَ سَعْيُكُمْ مَشْكُورًا [الإنسان/22]
“ Sesungguhnya ini adalah ganjaran bagi
kamu. Dan usahamu memang disyukuri (diberi balasan)”. (QS Al Insaan (76) : 22)
hal ibadah telah cukup
kami (Imam Al Ghazali-pent) pikirkan, telah pula kami teliti
jalanya dari awal hingga tujuan akhirnya yang selalu diidam-idamkan oleh para
penempuhnya. Ternyata ibadah adalah suatu jalan yang amat sukar, banyak
tanjakan-tanjakan (pendakian-pendakiannya), sangat payah/sulit dan jauh
perjalanannya. Besar bahayanya, tidak sedikit pula halangan dan rintangannya.
Samar untuk mengetahu dimana tempat celaka dan akan binasanya, banyak lawan dan
penyamunnya. Sedikit teman dan penolongnya.
Memang jalan ibadah itu seharusnya begitu, sebab ibadah itu
jalan menuju ke syurga, jadi semua ini sesuai dengan sabda Rosulullah Shallallahu
'alaihi wa Salam yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik.
صحيح
مسلم - (ج 13 / ص 448/ح 5049) : حُفَّتْ الْجَنَّةُ
بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتْ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
"Syurga itu dikepung oleh segala
macam kesukaran (dan hal-hal yang tidak menyenangkan) dan neraka dikepung
dengan segala hal-hal yang menyenangkan (menarik)."(HR. MUSLIM - 5049)
Rosulullah
Shallallahu 'alaihi wa Salam melanjutkan dengan sabdanya:
اَلاَ وَ اِنَّا لْجَنَّةُ حَزْنٌ
بِرَبْوَةٍ اَلاَ وَ اِنَّ النَّارَ سَهْـلٌ بِشَهْـوَةٍ
“ Perhatikanlah! jalan kesyurga itu penuh rintangan dan mendaki sedangkan jalan keneraka itu mudah dan rata.”
“ Perhatikanlah! jalan kesyurga itu penuh rintangan dan mendaki sedangkan jalan keneraka itu mudah dan rata.”
Semua itu ditambah
dengan kenyataan bahwa manusia itu lemah, sedangkan zaman sudah payah. Urusan
agama mengalami kemunduran. Kesempatan (mengaji dan mengkaji)
kurang. Banyak tugas (yang melalaikan urusan ibadah). Umur sangat
pendek. Padahal penguji amal kita (Alloh Subhanahu Wa Ta’ala)
amat teliti. Ajal semakin dekat. Perjalanan masih jauh. Maka ketaatan adalah
satu-satunya yang menjadi bekal, karena itu kita harus taat, tidak bisa
tidak….!..KARENANYA SEBUAH KEHARUSAN…!!!.
Namun waktu telah
berlalu, tak dapat dipanggil kembali,… pendek kata.. siapa yang taat,
dialah yang beruntung, bahagia selama-lamanya. Tetapi siapa yang
tidak mau taat, maka rugi dan celakalah dia.
Inilah
permasalahannya….jalan yang kita tempuh sulit dan bahayanya besar, karena
itulah maka jarang sekali orang yang memilih jalan ini, diantara yang telah
memillihnyapun jarang sekali yang benar-benar menempuhnya.
Diantara yang
menempuhnya juga, jarang pula yang sampai kepada tujuannya, dan berhasil
mencapai apa yang dikejarnya. Mereka yang berhasil itulah orang-orang mulia
pilihan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Untuk ma’rifat (mengenal
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dengan sebenarnya karena buah ketaatan) dan mahabbah
(mencintai Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, karena buah ilmu yang dipelajari dan
amal yang dilaksanakan secara istiqomah) kepada-Nya. Diberinya taufik dan
pemeliharaan terhadap mereka, dan disampaikannya dengan penuh karunia kepada
keridhoan-Nya.
Marilah kita selalu
memohon…. semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, memasukan kita kedalam
golongan yang beruntung dengan memperoleh rahmat-Nya.











0 comments:
Posting Komentar