Edisi N0: ( 21
) 1 Pebruari 2018 M/ 15 Jumadil Awal 1439 H
Ä “ TANJAKAN KE-3 : TANJAKAN PENGHALANG ( Bagian
3 )
Ringkasan
Bahasan Lalu
Maka
sesungguhnya zuhud itu tentang hal-hal yang halal dan yang haram, dan zuhud
yang sesungguhnya adalah jika mengindari yang HARAM maka hukumnya wajib,
sedangkan menghindari yang halal hukumnya SUNNAH
Perumpamaan
Dunia
Bila ada yang
pertanyaan :
Bagaimana kehidupan dunia yang menyenangkan dan enak serta amazing yang selalu
dicari oleh manusia ini bisa setara dengan neraka dan mustahil untuk diabaikan,
dan itu struktur serta tabiat manusia ( sifat itu manusia sekali ) ?
Maka jawabannya : Barang
siapa yang mendapatkan taufiq Alloh secara khusus, dan mengetahui bahaya dunia,
maka pasti ia akan memandangnya seperti itu, Sesungguhnya mereka yang terlena
serta buta tentang aib dan bahaya dunia adalah mereka yang tertipu dengan
realita dan hiasan dunia, akan dijelaskan contohnya :
Contohnya
adalah : seperti orang yang mencampur berbagai jenis gula, lalu mencampurinya
dengan sedikit racun yang mematikan, lalu seseorang mengetahuinya dan yang lain
tidak tahu, lalu dia meletakkan campuran tadi di pegangan tangannya, maka orang
yang mengetahui tadi tentulah zuhud ( tidak mau mengambil ) campuran tersebut,
dan dia berkeras hati untuk tidak merasakan campuran itu sama sekali, dan
memandang campuran itu sebagai neraka ( bahaya besar ), karena dia tahu akan
bahayanya dan dia tidak tertipu oleh rupa dan hiasannya. Sedangkan orang lain
yang tidak mengetahui ada unsur apa saja dalam adonan/campuran itu, pasti dia
tertipu dengan tampilan fisik materi saja, serta ingin mendapatkan dan tidak
sabar, dan ia pasti merasa aneh dengan temannya yang zuhud tadi, serta
menganggap si zahid sebagai orang yang bodoh.
|
Itulah
gambaran HARAMNYA DUNIA bagi orang yang paham dan bertahan dalam
pemahamannya, serta bagi orang bodoh yang bernafsu dengan keinginannya. Adapun
terkait dengan hal-hal yang HALAL dari dunia, campuran gula tadi memang tidak
dicampur dengan RACUN, tapi Cuma diLUDAHI atau dikotori, lalu ditata dan
dihiasi, maka orang yang menyaksikan ( proses tersebut ) tentu tidak akan
tertarik, dan menjauhi serta tidak akan memanfatkannya kecuali dalam kondisi
darurat dan saat mendesak. Sedang mereka yang tidak tahu bagaimana campuran
itu diproses, pasti dia TERTIPU dengan penampilan fisiknya, sangat tertarik
dan terheran-heran. Demikianlah gambaran
hal-hal yang halal dalam kehidupan dunia dari dua perspektif : ahli
bashiroh dan istiqomah dan ahli terbuai dan lalai, keduanya berbeda
dalam hal tabiat/karater dan cara pandang, yang satu berdasarkan pandangan
tajam dan ilmu, sedang yang lain menggunakan kebodohan dan kelalainnya, andai
dia tahu sebagaimana yang diketahui SI ZAHID tentu ia akan melakukan
demikian, demikian sebaliknya.
Maka
dengan demikian akan dipahami perbedaan antara pengetahuan yang
mendalam dan sifat karakter/tabiat Ini
bahasan yang sangat penting dan mendalam, dan ungkapan yang amat jelas, untuk
mengetahui siapa yang menggunakan akal, dan siapa yang hanya
mengikuti syahwat. Hanya
Alloh Sang Penguasa hidayah dan taufiq, atas karuniaNya. ð Batasan
Yang semestinya tentang kehidupan Dunia Ada ungkapan : Kalau begitu harus ada batasan yang
jelas ( tentang kebutuhan akan duniawi ) agar seimbang, lalu bagaimana kita
bisa berzuhud ?
Sesungguhnya
ZUHUD itu dalam hal berlebih-lebihan, dan tidak perlu adanya keseimbangan.
Yang bertujuan untuk keseimbangan dan kemampuan untuk beribadah menyembah
Alloh,( bukan yang dimaksud ) adalah keseimbangan makan,minum dan
bersenang-senang. Kalau
Alloh berkehendak, maka keseimbangan seperti itu kadang dengan sebab, dan
terkadang tanpa melalui sebab akibat.
“
Q.S. Ath-Tholaq :2 : Barangsiapa yang bertakwa kepada Alloh, akan dikaruniai
solusi dan rizki yang tidak disangka-sangka “
Jika
memang kalian tidak kuat dan mampu untuk berzuhud, padahal kalian sudah
berniat dan berusaha, maka NIATI saja sekuat tenaga untuk beribadah kepada
Alloh tanpa disusupi oleh keinginan untuk memenuhi syahwat/nafsu dan
demi kesenangan.
Dengan
demikian, niat dan orientasimu akan lebih baik, karena berorientasi
kepentingan akherat, dan tidak merusak zuhud dan tajarrudmu, dan cara ini
yang paling tepat ( insya Alloh )
Semoga
menjadi ilmu yangmanfa’ah dan berkah serta diridloi Alloh, aamiin
(
Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam
al-Ghozali hal. : 86-89 ) |
![]() |













0 comments:
Posting Komentar