Sabtu, Januari 19, 2019

KaMiNa 21 - TANJAKAN KE-3 : GODAAN DUNIA ( 3.a )


Edisi N0: ( 21 )  1 Pebruari  2018 M/  15 Jumadil Awal 1439 H

 

Ä “ TANJAKAN KE-3 : TANJAKAN PENGHALANG  ( Bagian 3 )

 

Ringkasan Bahasan Lalu

Maka sesungguhnya zuhud itu tentang hal-hal yang halal dan yang haram, dan zuhud yang sesungguhnya adalah jika mengindari yang HARAM maka hukumnya wajib, sedangkan menghindari yang halal hukumnya SUNNAH


Perumpamaan Dunia

Bila ada yang pertanyaan : Bagaimana kehidupan dunia yang menyenangkan dan enak serta amazing yang selalu dicari oleh manusia ini bisa setara dengan neraka dan mustahil untuk diabaikan, dan itu struktur serta tabiat manusia ( sifat itu manusia sekali ) ?

Maka jawabannya : Barang siapa yang mendapatkan taufiq Alloh secara khusus, dan mengetahui bahaya dunia, maka pasti ia akan memandangnya seperti itu, Sesungguhnya mereka yang terlena serta buta tentang aib dan bahaya dunia adalah mereka yang tertipu dengan realita dan hiasan dunia, akan dijelaskan contohnya :

Contohnya adalah : seperti orang yang mencampur berbagai jenis gula, lalu mencampurinya dengan sedikit racun yang mematikan, lalu seseorang mengetahuinya dan yang lain tidak tahu, lalu dia meletakkan campuran tadi di pegangan tangannya, maka orang yang mengetahui tadi tentulah zuhud ( tidak mau mengambil ) campuran tersebut, dan dia berkeras hati untuk tidak merasakan campuran itu sama sekali, dan memandang campuran itu sebagai neraka ( bahaya besar ), karena dia tahu akan bahayanya dan dia tidak tertipu oleh rupa dan hiasannya. Sedangkan orang lain yang tidak mengetahui ada unsur apa saja dalam adonan/campuran itu, pasti dia tertipu dengan tampilan fisik materi saja, serta ingin mendapatkan dan tidak sabar, dan ia pasti merasa aneh dengan temannya yang zuhud tadi, serta menganggap si zahid sebagai orang yang bodoh.

 

Itulah gambaran HARAMNYA DUNIA bagi orang yang paham dan bertahan dalam pemahamannya, serta bagi orang bodoh yang bernafsu dengan keinginannya.

Adapun terkait dengan hal-hal yang HALAL dari dunia, campuran gula tadi memang tidak dicampur dengan RACUN, tapi Cuma diLUDAHI atau dikotori, lalu ditata dan dihiasi, maka orang yang menyaksikan ( proses tersebut ) tentu tidak akan tertarik, dan menjauhi serta tidak akan memanfatkannya kecuali dalam kondisi darurat dan saat mendesak. Sedang mereka yang tidak tahu bagaimana campuran itu diproses, pasti dia TERTIPU dengan penampilan fisiknya, sangat tertarik dan terheran-heran.

Demikianlah gambaran hal-hal yang halal dalam kehidupan dunia dari dua perspektif : ahli bashiroh dan istiqomah dan ahli terbuai dan lalai, keduanya berbeda dalam hal tabiat/karater dan cara pandang, yang satu berdasarkan pandangan tajam dan ilmu, sedang yang lain menggunakan kebodohan dan kelalainnya, andai dia tahu sebagaimana yang diketahui SI ZAHID tentu ia akan melakukan demikian, demikian sebaliknya.

 

Maka dengan demikian akan dipahami perbedaan antara pengetahuan yang mendalam dan sifat karakter/tabiat

Ini bahasan yang sangat penting dan mendalam, dan ungkapan yang amat jelas, untuk mengetahui siapa yang menggunakan akal, dan siapa yang hanya mengikuti syahwat.

Hanya Alloh Sang Penguasa hidayah dan taufiq, atas karuniaNya.

ð  Batasan Yang semestinya tentang kehidupan Dunia

Ada ungkapan : Kalau begitu harus ada batasan yang jelas ( tentang kebutuhan akan duniawi ) agar seimbang, lalu bagaimana kita bisa berzuhud ?

 

Sesungguhnya ZUHUD itu dalam hal berlebih-lebihan, dan tidak perlu adanya keseimbangan. Yang bertujuan untuk keseimbangan dan kemampuan untuk beribadah menyembah Alloh,( bukan yang dimaksud ) adalah keseimbangan makan,minum dan bersenang-senang.

Kalau Alloh berkehendak, maka keseimbangan seperti itu kadang dengan sebab, dan terkadang tanpa melalui sebab akibat.

 

“ Q.S. Ath-Tholaq :2 : Barangsiapa yang bertakwa kepada Alloh, akan dikaruniai solusi dan rizki yang tidak disangka-sangka “

 

Jika memang kalian tidak kuat dan mampu untuk berzuhud, padahal kalian sudah berniat dan berusaha, maka NIATI saja sekuat tenaga untuk beribadah kepada Alloh tanpa disusupi oleh keinginan untuk memenuhi syahwat/nafsu dan demi kesenangan.

 

Dengan demikian, niat dan orientasimu akan lebih baik, karena berorientasi kepentingan akherat, dan tidak merusak zuhud dan tajarrudmu, dan cara ini yang paling tepat ( insya Alloh )

 

Semoga menjadi ilmu yangmanfa’ah dan  berkah serta  diridloi Alloh, aamiin

 

( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam al-Ghozali    hal. :   86-89 )



Hasil gambar untuk ZUHUD

0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak