Senin, Maret 04, 2019

MuKaFi 18 - Amalan sunnah di dalam sholat


Hasil gambar untuk dzikir
Edisi N0: (18 ) 19 Desember  2016 M/ 19 Rabi’ul Awwal  -1436 H

  Amalan sunnah di dalam sholat

Yaitu ucapan dan gerakan, yang apabila dikerjakan mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan tidak berdosa, dan bila lupa tidak wajib sujd sahwi, serta bagi yang meninggalkannya secara sengaja, tidak sampai merusak sholatnya

Dalam hal ini menurut Imam Syafi’i, sunnah dibagi menjadi 2 :
1.      Sunnah Ab-‘adl = yang apabila ditinggalkan, maka wajib sujud sahwi
2.      Sunnah Hai-aat = yang apabila ditinggalkan, maka tidak wajib sujud sahwi

Sunnah ab’adl seperti : Tahiyyat awal, duduk saat tahiyyat, membaca sholawat, menambah shalawat lengkap pada tahiyyat akhir, qunut dalam sholat Subuh, witir pada pertengahan akhir Ramadhan, berdiri saat membaca qunut, membaca sholawat lengkap pada qunut.

Sunnah Hai-aat seperti membaca tasbih 3 kali dan lainnya sejumlah 40 jenis.

èPenjelasan sunnah sholat
1.      Mengangkat tangan saat takbiratul ihram = menurut Imam Syafi’i mengangkat sebatas pundak
حديث ابن عمر رضي الله عنهما: أنه (ص)  كان يرفع يديه حذو منكبيه إذا افتتح الصلاة (متفق عليه )
Mengangkat tangan saat mengucap takbir, dan berakhir ketika takbir selesai. Dan posisi jemarinya terpencar atau tidak dempet.serta telapak tangan menghadap kiblat.

Yang disunnahkan berkaitan dengan mengangkat tangan saat takbir ini adalah : (1) saat ruku’,(2) berdiri dari ruku’

منها الحديث المتفق عليه عن ابن عمر قال: كان النبي (ص) إذا قام إلى الصلاة رفع يديه حتى يكونا بحذو منكبيه، ثم يكبّر، فإذا أدرا أن يركع، رفعهما مثل ذلك، وإذا رفع رأسه من الركوع، رفعهما كذلك أيضاً، وقال: سمع الله لمن حمده، ربنا ولك الحمد
(3) Ketika berdiri setelah tahiyyat awal

2.    Mengikuti takbir imam
3.      Meletakkan telapak  tangan kanan di atas pergelangan tangan kiri, letaknya adalah di bawah dada dan di atas pusar, agak condong ke kiri tepat pada posisi hati.
4.      Memandang lurus ke tempat sujud, dan memandang ke jari telunjuk saat tasyahhud / tahiyyat.
5.      Membaca do’a iftitah yang dibaca setelah takbirotul ihrom pada rakaat pertama.
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله وبحمده بكرة وأصيلا
إنّى وجهت وجهي للذي فطر السموات والأرض حنيفاً مسلماً، وما أنا من المشركين، إن صلاتي ونسكي، ومحياي ومماتي لله رب العالمين، لا شريك له وبذلك أمرت وأنا من المسلمين
Ini adalah ayat qur’an dengan perubahan pada akhir kalimat, dimana di dalam Qur’an disebutkan wa ana awwalul muslimin, namun diganti dengan : wa ana minal muslimin, sebagaimana disebutkan dalan hadits Ahmad, Muslim dan Tirmidzi, ditash-hih oleh Ali bin Abu Tholib ( Fiqih Islamy : 876 )

Bacaan iftitah ini dilakukan dalam : shalat fardlu atau sunnah, sendiri atau jama’ah, dengan syarat 5 perkara : (1) Tidak dalam sholat jenazah, (2) tidak kehilangan rakaat dengan membacanya, (3) Tidak kehilangan bacaan Fatihah (4) bagi makmum masbuq, bukan saat imam selain berdiri, dan kalau ketemu pada saat imam tahiyyat, maka sunnah membacanya pada rakaat berikut (5) tidak ketinggalan ta’awudz atau bacaan

6.      Membaca ta’awudz sebelum bacaan dalam shalat, dalam setiap rakaat sebelum membaca Fatihah, lalu diikuti dengan basmalah secara jahar ( dikeraskan )

 7.      Saktah ( berhenti sejenak ) ,setelah makmum mengucapkan “ amin” selepas bacaan fatihah,                  sepanjang membaca “ subhaanalloh “ atau sekitar makmum membaca surah Al-Fatihah, pada              saat itu imam boleh berdoa secara sirri. Menurut Imam Syafi’I letak saktah itu ada di (1)                      setelah iftitah dan ta’awud (2) antara takbirotul ihram dan  doa iftitah (3) antara ta’awudz dan              basmalah,  (4) antara Fatihah dan Amiin (5) antara Amiin dan membaca surah pendek (6)                    antara akhir surah pendek dengan takbir ruku’.

(8) Membaca “ amiin “ , setelah selesai bacaan Fatihah pada shalat jahar.
(9) Merenggangkan kaki, antara kedua kaki sekitar sejengkal, dan makruh menyatukan kedua kaki karena mengurangi kekhusu’an ( menurut Imam Syafi’i)
(10 ) Membaca surah setelah Fatihah, tidak membaca surah bagi makmum dalam shalat jahar, sedangkan dalam shalat sirri tetap membaca.
(11) Takbir dengan mengangkat tangan saat akan ruku’, i’tidal ( akan sujud) dan saat berdiri setelah tahiyyat awal.
(12) Membaca tasmi’ saat i’tidal :
سمع الله لمن حمده، ربنا لك الحمد
ملء السموات والأرض، وملء ما شئت من شيء بعد
(13) Meletakkan lutut, lalu kedua telapak tangan dan wajah dalam proses sujud, dan saat berdiri sperti itu sebaliknya ( mengankat wajah, tangan lalu lutut )
(14) Bersujud dengan benar , bagi pria merenggangkan lutut dan siku tangan dengan jemari menghadap kiblat, sedangkan wanita merapatkannya ( lutut dan siku ke badan ), membaca :
سبحان ربي الأعلىوبحمده
Boleh ditambah dengan :
سبوح قدوس رب الملائكة والروح، اللهم لك سجدت، وبك آمنت، ولك أسلمت، سجد وجهي للذي خلقه وصوره، وشق سمعه وبصره، تبارك الله أحسن الخالقين
(15) Duduk diantara dua sujud, bertumpu pada telapak kaki kiri, sedangkan kaki kanan ditegakkan dengan jemari menghadap kiblat, meletakkan kedua tangan di atas kedua paha denga arah jemari tangan sejajar dengan paha , sunnah bertumpu pada kedua telapak tangan  ketika bangun dari sujud akan berdiri atau akan duduk.
(16) Doa saat duduk diantara dua sujud
رب اغفر لي وارحمني، واجبرني، وارفعني، وارزقني، واهدني، وعافني

(17) Duduk iftirosy saat tahiyyat awal, dan twarruk saat tahiyyat akhir, tidak ikut tawarruk bagi makmum masbuq dan ketika ada yang lupa ( dan dilanjutkan dengan sujud sahwi )
(18) Meletakkan kedua telapak tanga diatas paha ( saat tahiyyat ),dan mengangkat jari telunjuk ketika ” tsyahhud ” atau membaca syahadat., dengan mata memandang ke jari telunjuk tersebut, tanpa menggerakkan        ( tahrik )
(19) Membaca surah Fatihah pada rakaat ketiga dan keempat dalam shalat fardlu
(20 ) Membaca sholawat dan para kerabat pada tahiyyat akhir, Menurut Imam Syafi’i, membaca sholawat atas Nabi saw, hukumnya wajib, sedangkan kepada keluarga/.kerabat hukumnya sunnah ( sampai Hamiidum-majiid ), demikian juga bersholawat kepada nabi Ibrahim( sholawat Ibrohimiyyah ), dan lengkapnya bacaan :
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد، كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم، وبارك على سيدنا محمد وعلى آل محمد، كما باركت على سيدنا إبراهيم، وعلى آل سيدنا إبراهيم في العالمين، إنك حميد مجيد
(21) Berdoa setelah shalawat,
اللَّهُمَّ إِنيِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ اْلمَحْيَا وَاْلمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
(22)Menoleh ke kanan dan ke kiri ketika salam, tetap menghadap kiblat saat membaca ” assalamu’alaikum” dan menoleh saat melanjutkan kalimat salam, salam ke kanan hukumnya wajib, dan yag kedua sunnah.

(23) Disunnahkan untuk khusyu’ dan tadabbur ayat dan dzikir ( bacaan dalam sholat ), dan konsentrasi kepada sholat serta mengosongkan hati dari kesibukan hal-hal yang bersifat duniawi, karena dapat memudahkan untuk khudlu’ dan khusyu’. Oleh sebab itu imam Syafi’i menjabarkannya dalam “ Adab Sholat “ 


Demikian semoga menjadi ilmu yang maslahat dunia dan akherat. Amiiin
Wallohu a'lam bish-showab.




0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak