
Edisi N0: (19 ) 16 Januari
2017 M/ 17 Rabi’ul Akhir -1438 H
Bahasan Imam Syafi’i tentang sunnah yang ke 23,
( khusyu’,
menjaga bacaan, dan hudlur saat shalat )
Sunnah yang ke 23 berbunyi :
Disunnahkan untuk khusyu’ dan tadabbur ayat dan
dzikir ( bacaan dalam sholat ), dan konsentrasi kepada sholat serta
mengosongkan hati dari kesibukan hal-hal yang bersifat duniawi, karena dapat
memudahkan untuk khudlu’ dan khusyu’. Oleh sebab itu imam Syafi’i
menjabarkannya dalam “ Adab Sholat “
Penjelasan :
Adab yang dimaksudkan
di sini adalah : apa yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad saw, sekali atau dua
kali dan tidah dilanggengkan, seperti membaca tasbih 3 kali saat ruku’ dan
sujud, menambah bacaan-bacaan sunnah. Hal ini merupakan penyempurnaan sunnah.
Diantara adab dalam sholat adalah :
a. Bagi laki-laki membuka lengan tangan
saat takbirotul ihrom, kecuali karena udzur ( dingin ), sedang wanita
merapatkannya ke tubuh saat takbirotul ihrom, karena dikuatirkan dapat terbuka
telapak tangan hingga lengan.
b. Ketika sedang sholat, saat berdiri
hendaknya melihat lurus ke tempat sujud, ketika ruku’ hendaknya melihat
punggung telapak kaki, dan saat sujud melihat ujung hidung, ketika duduk
melihat depan lututnya, melihat pundak ketika salam, agar dapat mencapai
khusyu’ dalam sholat, sesuai dengan hadits Nabi saw. :
اعبد
الله كأنك تراه، فإن لم تكن تراه، فإنه يراك
رواه
مسلم عن عمر رضي الله عنه
c. Menahan mulut dari sendawa / menguap sekuat tenaga, namun
bisa terjadi hendaknya ditutup dengan punggung tangan kiri.
d. Menahan bersin sekuat tenaga, sebab bersin tanpa udzur
dapat membatalkan sholat
e. Tatacara berdiri imam dan makmum saat iqamah,
adalah saat ucapan “ Hayya
‘alal falaah “, karena ajakan harus disambut, ini
ketika imam sudah datang dan dekat dengan maihrab ( imaman ), namun apabila
imam belum ada maka makmum boleh berdiri sampai kelihatan imam datang, dan
apabila imam masuk mihrab melalui pintu depan maka makmum berdiri begitu
melihat imam, apabila imam sendiri yang melantunkan iqamah maka makmum baru
berdiri setelah iqamah selesai.
Sunnah shalat madzhab Imam
Syafi’i
1. Mengangkat tangan saat takbirotul ihrom, akan ruku’
dan bangun dari ruku’ ( i’tidal
) dengan telapak tangan lebih tinggi dari telinga, dan jari jempol menyentuh
telinga, dan mengangkat tangan saat mengucap takbir ( Allohu Akbar ) dan tasmi’
( Sami’alloohu liman hamidah..... )
2.
Menyondongkan ujung jari menghadap kiblat dan mengurai jemari ( tidak dempet )
3. bersedekap, tangan kanan memegang pergelangan
tangan kiri, dan posisinya di bawah dada dan di atas pusar
4. Membaca do’a iftitah ( Kabiirow-wal hamdulillaahi............................)
5. Membaca Ta’awudz ( A-‘uudzubillaahi minasy-syaithoonir-rojiim )
6. Menyaringkan suara bacaan al-Fatihah dan surah pada
: Shalat subuh, Jum’at, Shalat Id, Gerhana bulan, Istisqo’, dua rakaat pertama
Maghrib dan Isya’, Tarawih, witir di bulan Ramadhan, dan shalat sunnah thawaf
di waktu malam dan subuh.
7. Merendahkan suara pada shalat selain yang
disebutkan diatas ( rakaat setelah ke 2 dalam shalat maghrib dan Isya, sholat
dhuhur dan ashar dll.) sedangkan shalat malam muthlaqoh ( tidak terikat ) maka
caranya adalah tidak nyaring dan tidak lemah
( diantara keduanya ) asal tidak mengganggu orang tidur atau orang
sholat lainnya. Dengan dalil : Q.S. Al-Isro' : 110/17
ولا تجهر بصلاتك ولا تخافت بها
8. Mengucap
“ amin” setelah imam selesai mebaca “ al-Fatihah” pada shalat jahar, dan juga
dipakai pada : qunut Subuh, qunut witir setelah pertengahan Ramadhan, qunut
nazilah dalam shalat lima waktu.
9.
Membaca surah setelah Fatihah dalam 2 rakaat pertama dalam shalat sendirian,
namun apabila berjamaah, maka makmum makruh membaca surah, juga dalam shalat
jenazah. Adapun batas minimal bacaan surah adalah 3 ayat ( al-Kautsar ), dan
disunnahkan bacaan ayat pada rakaat pertama lebih panjang daripada rakaat ke 2,
boleh membaca beberapa ayat dari al-Qur’an dan yang lebih baik adalah bacaan
surah pendek, kecuali pada shalat Tarawih maka bacaan panjang lebih afdhol.
10.Bertakbir
saat akan ruku’ dn sesudahnya, dan saat berdiri setelah Tahiyyat awal.
11.
Meletakkan telapak tangan ke lutut saat ruku’, dan merenggangkan jemari
mengarah ke kiblat saat akan meletakkan
12. Membaca tasbih 3 kali saat ruku’
13.
Membaca sami’alloohu liman hamidah bagi imam dan makmum saat berdiri sambil
mengangkat tangan, dan ketika tangan telah turun maka merendahkan suara pada bacaan selanjutnya ( Rabbanaa
lakal hamdu.....)
14. Saat
sujud, maka meletakkan lutut, telapak tangan, dahi dan hidung
15.
Membaca tasbih 3 kali saat sujud
16.
Meletakkan telapak tangan saat sujud sejajar dengan pundak, dan jemarinya
merenggang menuju kiblat.
17. Bagi
laki-laki ( saat sujud ) merenggangkan lengan tangan dari badan, dan
merenggangkan perut dari paha dan merenggangkan antara kakinya sekitar
sejenkal, dan bagi wanita sebaliknya yakni merapatkannya.
18. Menghadapkan
menghadapkan jemari kaki dan yang sejenis ke arah kiblat.
19.
Membaca doa di antara dua sujud ( robbigh-fir lii.....................)
20.
Duduk iftirosy saat duduk diantara dua sujud dan saat tahiyyat awal, yakni
dengan meletakkan pantat di telapah kaki kiri, dan telapak kaki kanan tegak
dengan jemari menghadap kiblat.
21.
Duduk istirohah, yakni duduk sejenak setelah sujud ke 2.
22.
Bersandar pada kedua telapak tangan saat akan berdiri setelah sujud
23.
Mengangkat tangan saat takbir setelah tahiyyat awwal
24.
Duduk tawarruk saat tahiyyat akhir, yakni meletakkan pantat di atas lantai dan
perebahkan telapak kaki kiri, sedang telapak kaki kanan tegak berdiri dengan
jemari mengarah ke kiblat, kecuali akan sujud sahwi atau bagi makmum masbuq.
25.
Meletakkan telapak tangan secara renggang di atas paha ( saat tahiyyat ) ndan
tangan kanan mengepal, lalu melepas jari telunjuk saat membaca ( illallooh ) tanpa
mengerak-gerakkannya, dan jemari tangan kiri terkembang
26. Memandang
jari telunjuk saat bersyahadat
27.
Membaca doa setelah bacaan tahiyyat
28.
Mengucap salam ke kiri
29. Niat
mengakhiri shalat saat salam pertama ( ke kanan )
30.
Menolehkan wajah saat salam ke kanan dan ke kiri.
31. Bersiwak atau menggosok
dengan jari saat akan sholat
32. Khusu’ dalam keseluruhan
shalat, yakni hati hudlur menghadap Alloh, dan anggota badan tenang (
tumakninah )
33. Memahami makna bacaan dalam
sholat
34. Memahami bacaan-bacaan dzikir
35. Memulai shalat dengan semangat
dan meninggalkan segala hal yang bersifat duniawi.
36. Mengingatkan imam apabila terjadi
kesalahan, dengan cara : apabila kesalahannya adalah gerakan sholat, maka
makmum laki-laki mengucap subhaanalloh, maksimal 3 kali, dan makmum wanita
dengan bertepuk juga maksimal 3 tepukan, namun apabila kesalahan terjadi pada
bacaan, maka makmum mengucapkan sesuai dengan ” yang benar ”.
Perbedaan Shalat pada laki-laki
dan wanita :
1.
Bagi
laki-laki ( saat sujud ) merenggangkan lengan tangan dari badan, dan
merenggangkan perut dari paha dan merenggangkan antara kakinya sekitar
sejengkal, dan bagi wanita sebaliknya yakni merapatkannya saat ruku’ dan sujud.
2. Laki-laki mengeraskan
suara pada tempatnya, wanita makruh mengeraskan
3. Saat
mengingatkan imam, makmum laki-laki mebaca subhanalloh, sedang wanita bertepuk.
4. Aurat laki-laki
( dalam sholat) adalah antara lutut dan pusar, sedang wanita adalah seluruh
badan kecuali wajah dan telapak tangan.
Demikian semoga menjadi ilmu yang maslahat dunia dan akherat. Amiiin
Wallohu a'lam bish-showab.











0 comments:
Posting Komentar