Senin, Maret 04, 2019

MuKaFi 19 - Adab dalam Sholat


Hasil gambar untuk cara agar sholat khusyu



Edisi N0: (19 ) 16  Januari  2017 M/ 17 Rabi’ul Akhir  -1438 H

  Bahasan Imam Syafi’i tentang sunnah yang ke 23, 
( khusyu’, menjaga bacaan, dan hudlur saat shalat )



Sunnah yang ke 23 berbunyi :
         Disunnahkan untuk khusyu’ dan tadabbur ayat dan dzikir ( bacaan dalam sholat ), dan konsentrasi kepada sholat serta mengosongkan hati dari kesibukan hal-hal yang bersifat duniawi, karena dapat memudahkan untuk khudlu’ dan khusyu’. Oleh sebab itu imam Syafi’i menjabarkannya dalam “ Adab Sholat “

Penjelasan :

Adab yang dimaksudkan di sini adalah : apa yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad saw, sekali atau dua kali dan tidah dilanggengkan, seperti membaca tasbih 3 kali saat ruku’ dan sujud, menambah bacaan-bacaan sunnah. Hal ini merupakan penyempurnaan sunnah.

Diantara adab dalam sholat adalah :
a.       Bagi laki-laki membuka lengan tangan saat takbirotul ihrom, kecuali karena udzur ( dingin ), sedang wanita merapatkannya ke tubuh saat takbirotul ihrom, karena dikuatirkan dapat terbuka telapak tangan hingga lengan.
b.      Ketika sedang sholat, saat berdiri hendaknya melihat lurus ke tempat sujud, ketika ruku’ hendaknya melihat punggung telapak kaki, dan saat sujud melihat ujung hidung, ketika duduk melihat depan lututnya, melihat pundak ketika salam, agar dapat mencapai khusyu’ dalam sholat, sesuai dengan hadits Nabi saw. :

اعبد الله كأنك تراه، فإن لم تكن تراه، فإنه يراك
رواه مسلم عن عمر رضي الله عنه

c. Menahan mulut dari sendawa / menguap sekuat tenaga, namun bisa terjadi hendaknya ditutup dengan punggung tangan kiri.
d. Menahan bersin sekuat tenaga, sebab bersin tanpa udzur dapat membatalkan sholat
e. Tatacara berdiri imam dan makmum saat iqamah, adalah saat ucapan “ Hayya ‘alal falaah “, karena ajakan harus disambut, ini ketika imam sudah datang dan dekat dengan maihrab ( imaman ), namun apabila imam belum ada maka makmum boleh berdiri sampai kelihatan imam datang, dan apabila imam masuk mihrab melalui pintu depan maka makmum berdiri begitu melihat imam, apabila imam sendiri yang melantunkan iqamah maka makmum baru berdiri setelah iqamah selesai.

Sunnah shalat madzhab Imam Syafi’i
1. Mengangkat tangan saat takbirotul ihrom, akan ruku’ dan bangun dari ruku’           ( i’tidal ) dengan telapak tangan lebih tinggi dari telinga, dan jari jempol menyentuh telinga, dan mengangkat tangan saat mengucap takbir ( Allohu Akbar ) dan tasmi’ ( Sami’alloohu liman hamidah..... )
 2. Menyondongkan ujung jari menghadap kiblat dan mengurai jemari ( tidak dempet )
3. bersedekap, tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri, dan posisinya di bawah dada dan di atas pusar
4. Membaca do’a iftitah ( Kabiirow-wal hamdulillaahi............................)
5. Membaca Ta’awudz ( A-‘uudzubillaahi minasy-syaithoonir-rojiim )
6. Menyaringkan suara bacaan al-Fatihah dan surah pada : Shalat subuh, Jum’at, Shalat Id, Gerhana bulan, Istisqo’, dua rakaat pertama Maghrib dan Isya’, Tarawih, witir di bulan Ramadhan, dan shalat sunnah thawaf di waktu malam dan subuh.
7. Merendahkan suara pada shalat selain yang disebutkan diatas ( rakaat setelah ke 2 dalam shalat maghrib dan Isya, sholat dhuhur dan ashar dll.) sedangkan shalat malam muthlaqoh ( tidak terikat ) maka caranya adalah tidak nyaring dan tidak lemah  ( diantara keduanya ) asal tidak mengganggu orang tidur atau orang sholat lainnya. Dengan dalil : Q.S. Al-Isro' : 110/17
ولا تجهر بصلاتك ولا تخافت بها 
8. Mengucap “ amin” setelah imam selesai mebaca “ al-Fatihah” pada shalat jahar, dan juga dipakai pada : qunut Subuh, qunut witir setelah pertengahan Ramadhan, qunut nazilah dalam shalat lima waktu.

9. Membaca surah setelah Fatihah dalam 2 rakaat pertama dalam shalat sendirian, namun apabila berjamaah, maka makmum makruh membaca surah, juga dalam shalat jenazah. Adapun batas minimal bacaan surah adalah 3 ayat ( al-Kautsar ), dan disunnahkan bacaan ayat pada rakaat pertama lebih panjang daripada rakaat ke 2, boleh membaca beberapa ayat dari al-Qur’an dan yang lebih baik adalah bacaan surah pendek, kecuali pada shalat Tarawih maka bacaan panjang lebih afdhol.

10.Bertakbir saat akan ruku’ dn sesudahnya, dan saat berdiri setelah Tahiyyat awal.
11. Meletakkan telapak tangan ke lutut saat ruku’, dan merenggangkan jemari mengarah ke kiblat saat akan meletakkan
12.       Membaca tasbih 3 kali saat ruku’
13. Membaca sami’alloohu liman hamidah bagi imam dan makmum saat berdiri sambil mengangkat tangan, dan ketika tangan telah turun maka  merendahkan suara pada bacaan selanjutnya ( Rabbanaa lakal hamdu.....)
14. Saat sujud, maka meletakkan lutut, telapak tangan, dahi dan hidung
15. Membaca tasbih 3 kali saat sujud
16. Meletakkan telapak tangan saat sujud sejajar dengan pundak, dan jemarinya merenggang menuju kiblat.
17. Bagi laki-laki ( saat sujud ) merenggangkan lengan tangan dari badan, dan merenggangkan perut dari paha dan merenggangkan antara kakinya sekitar sejenkal, dan bagi wanita sebaliknya yakni merapatkannya.
18. Menghadapkan menghadapkan jemari kaki dan yang sejenis ke arah kiblat.
19. Membaca doa di antara dua sujud ( robbigh-fir lii.....................)
20. Duduk iftirosy saat duduk diantara dua sujud dan saat tahiyyat awal, yakni dengan meletakkan pantat di telapah kaki kiri, dan telapak kaki kanan tegak dengan jemari menghadap kiblat.

21. Duduk istirohah, yakni duduk sejenak setelah sujud ke 2.
22. Bersandar pada kedua telapak tangan saat akan berdiri setelah sujud
23. Mengangkat tangan saat takbir setelah tahiyyat awwal
24. Duduk tawarruk saat tahiyyat akhir, yakni meletakkan pantat di atas lantai dan perebahkan telapak kaki kiri, sedang telapak kaki kanan tegak berdiri dengan jemari mengarah ke kiblat, kecuali akan sujud sahwi atau bagi makmum masbuq.
25. Meletakkan telapak tangan secara renggang di atas paha ( saat tahiyyat ) ndan tangan kanan mengepal, lalu melepas jari telunjuk saat membaca ( illallooh ) tanpa mengerak-gerakkannya, dan jemari tangan kiri terkembang
26. Memandang jari telunjuk saat bersyahadat
27. Membaca doa setelah bacaan tahiyyat
28. Mengucap salam ke kiri
29. Niat mengakhiri shalat saat salam pertama ( ke kanan )
30. Menolehkan wajah saat salam ke kanan dan ke kiri.
31. Bersiwak atau menggosok dengan jari saat akan sholat
      32. Khusu’ dalam keseluruhan shalat, yakni hati hudlur menghadap Alloh, dan anggota badan                    tenang ( tumakninah )
33. Memahami makna bacaan  dalam sholat
34. Memahami bacaan-bacaan dzikir
35. Memulai shalat dengan semangat dan meninggalkan segala hal yang bersifat duniawi.
 36. Mengingatkan imam apabila terjadi kesalahan, dengan cara : apabila kesalahannya adalah gerakan sholat, maka makmum laki-laki mengucap subhaanalloh, maksimal 3 kali, dan makmum wanita dengan bertepuk juga maksimal 3 tepukan, namun apabila kesalahan terjadi pada bacaan, maka makmum mengucapkan sesuai dengan ” yang benar ”.

Perbedaan Shalat pada laki-laki dan wanita :
1.      Bagi laki-laki ( saat sujud ) merenggangkan lengan tangan dari badan, dan merenggangkan perut dari paha dan merenggangkan antara kakinya sekitar sejengkal, dan bagi wanita sebaliknya yakni merapatkannya saat ruku’ dan sujud.
2.      Laki-laki mengeraskan suara pada tempatnya, wanita makruh mengeraskan
3.      Saat mengingatkan imam, makmum laki-laki mebaca subhanalloh, sedang wanita bertepuk.
4.      Aurat laki-laki ( dalam sholat) adalah antara lutut dan pusar, sedang wanita adalah seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan.

Demikian semoga menjadi ilmu yang maslahat dunia dan akherat. Amiiin
Wallohu a'lam bish-showab.

0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak