TANJAKAN ILMU DAN MAKRIFAT
Orang yang ingin
memperolah Nur Ilahi, dia yakin bahwa memang dia mempunyai Tuhan yang
memerintah dan melarangnya. Inilah tanjakan yang pertama, pendakian yang
pertama, yang dihadapinya dalam perjalanan ibadah. Yaitu TANJAKAN ILMU
& MA’RIFAT.
Untuk diketahui dan
diingat, ibadah tanpa ilmu dan ma’rifat tidak ada artinya. Supaya
dalam urusan ini difahami dengan benar, apa yang dilakukannya, kemudian dia
menempuh tanjakan ini, tidak dapat tidak, harus menempuhnya,
kalau tidak, dia akan celaka, mau tidak mau harus menempuh tanjakan ini,
artinya ia harus belajar (mengaji), supaya bisa beribadah, menempuh jalan
ini dengan sebaik-baiknya, memikirkan buktinya, dan merenungkan sepenuhnya.
Dengan belajar
(mengaji), maka dia bertanya kepada guru, bertanya kepada para ulama tentang
akhirat, bertanya kepada para petunjuk jalan yang mengarah kepada keselamatan
akhirat, dia selalu bergaul dengan dian-dian (lampu-lampu) pembina umat. Dia
senantiasa berguru dan bertanya kepada para imam, dan mintalah faedah dan doa
dari beliau-beliau itu. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan
taufik-Nya.
Dengan minta bantuan
Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dia akan menempuh tanjakan ini dengan taufik
dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Setelah dia cukup mengaji, maka dia akan
berhasil memperoleh ilmu yang menambah keyakinannya. Mengetahui tentang hal-hal
yang ghoib, maka dia makin yakin dengan adanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
adanya Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, adanya syurga, adanya
neraka, adanya hisab, adanya nusyur, adanya wuquf fil mahsyar,
dll. Ia tambah yakin bahwa tiada Tuhan Selain Allah Dan tidak Boleh Ada Sekutu
BagiNya, Dia yang menciptakan dirinya, dan sekarang ia bertambah tahu dengan
ilmu yang diperolehnya bahwa Tuhan itu menyuruh bersyukur, menyuruh khidmat dan
taat lahir batin padaNya.
Dan Tuhan pun menyuruh
dia supaya berhati-hati, jangan sampai kufur, jangan melakukan bermacam-macam
maksiat, dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah menetapkan akan adanya
ganjaran yang kekal kalau ia taat kepada-Nya, dan akan ada pula hukuman yang
kekal kalau ia durhaka dan berpaling dari pada-Nya.
Pada saat ini, ia terdorong
oleh pengetahuan yang dimilikinya dan oleh keyakinannya akan hal yang ghaib
tadi, ia pun menyingsingkan lengan baju untuk berkhidmat, dan melakukan ibadah
dengan sepenuh hatinya. Yaitu memperhambakan diri kepada yang memberi nikmat
ini, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Yang ia cari-cari selama
ini, sekarang sudah ia ketemukan.
Tetapi dia belum tahu
bagai mana caranya beribadah?. Kini dia telah mengenal Tuhan, kemudian
bagaimanakah cara beribadah kepadanya?. Apa yang diperlukan untuk berkhidmat
kepada-Nya dengan lahir dan batin itu?.
Sesudah tamat
ilmu tauhid sehingga ia tahu dan ma’rifat kepada Allah Subhanahu Wa
Ta’ala, maka ia belajar ilmu Fikih Ibadah, bagaimana
berwudhu, shalat, dsb. Baik yang fardhu maupun sunah beserta dengan syarat
lahir bathinnya. Sesudah ia mendapatkan ilmu tentang yang fardhu, dengan segala
persyaratan dan rukunnya, maka sekarang ia bangkit untuk benar-benar mulai
melaksanakan ibadah dengan baik dan benar, dan mengerjakannya penuh semangat.
Akan tetapi, kemudian
ia berfikir dan melihat, dan tiba-tiba ia insyaf bahwa ia banyak dosa, banyak
kesalahan dan maksiat.
“Wah ! aku ini
orang yang berdosa dalam kehidupanku yang sudah lalu”.
Memang manusia itu
dengan pengetahuan yang datang karena digali, membuatnya menjadi insyaf dan mau
beribadah, kemudian ia terus berfikir :
“Bagaimana aku
beribadah, sedangkan aku masih melakukan dosa?. Bagaimana aku beribadah sambil
melakukan kedurhakaa?. Betapa berat aku ini berlumura dengan kedurhakaan. Aku
harus bertaubat dulu, membersihkan diri dari kemaksiatan, dan penuh penyesalan
agar diampuni dosa-dosaku oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan membebaskanku dari
belenggu dosa-dosa itu , supaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala, membersihkan diriku
dari kotoran-kotoran dosa, setelah itu baru aku akan melaksanakan penghambaan
yang terbaik dan berusaha selalu dekat dan bersujud sepenuh jiwa dan raga untuk
menggapai keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala” .











0 comments:
Posting Komentar