Sabtu, Januari 05, 2019

KaMiNa 20 - TANJAKAN KE-3 : GODAAN DUNIA ( 2 )



Edisi N0: ( 20 )  25 Januari  2018 M/  08 Jumadil Awal 1439 H

ÄTANJAKAN KE-3 : TANJAKAN PENGHALANG  ( Bagian 2 )

Ringkasan Bahasan Lalu
zuhud terukur itu ada 3 jenis :
  1. Tidak mencari sesuatu yang tidak ada padanya
  2. Memisahkan tercampurnya dua orientasi ( dunia dan akherat )

  3. Menghindari keinginan tentang dunia dan  tidak mengejarnya
Dan zuhud tidak terukur adalah : Melepaskan segala sesuatu ( selain Alloh ) dari hati orang  zahid

Ketahuilah bahwa hal yang tersulit dari 3 jenis zuhud di atas adalah : tidak ada keinginan dalam hati, berapa banyak yang secara dhohir bisa menutupi keinginan-keinginan, namun dalam batin sangat berkeinginan, dan yang demikian ini merupakan pergolakan dan konflik batin yang dahsyat, dan selalu begitu, sebagaimana firman Alloh dalam QS. Al-Qoshosh : 83 “ Kehidupan akherat itu Aku siapkan bagi mereka yang tidak menginginkan kemegahan di dunia dan tidak menghendaki kerusakan
______________________________________
Ayat di atas membahas tentang keinginan bukan mencari atau melakukan yang diingini, juga Firman Alloh dalam QS.  Asy-Syuuro : 20 “ Barangsiapa yang menginginkan pahala akherat maka aku tambahkan pahala akherat itu, dan barangsiapa yang menginginkan hasil dunia maka Aku berikan bagiannya, dan tidak mendapat bagian di akherat “
Dan Firman Alloh dalam QS. Al-Isro; : 18-19 “ Barangsiapa yang menghendaki aku segerakan ( pahala dunia ) maka Aku segerakan baginya di dunia sekehendakKu bagi yang menginginkan (18) dan barangsiapa menginginkan (pahala ) akherat serta berusaha dengan sungguh-sungguh (19)”
Dan semua ayat itu menunjukkan keinginan, yang kemudian menjadi fokus perhatian. Namun bila seorang hamba berjuang dan istiqomah untuk meninggalkan keinginan dunia dan memisahkan antara keinginan dunia dan akherat, maka dia akan dicurahi anugerah oleh Alloh, dan melimpahi taufiq padanya untuk menahan keinginan-keinginan duniawi serta tidak mengusahakan mengejarnya dari hatinya, inilah keutamaan dari Alloh Azza Wa Jalla.

Lalu hamba yang menghendaki untuk meninggalkan keinginan-keinginan duniawi tersebut, terbantu dengan mengingat kehancuran dunia dan cela yang akan tampak, dan hal itu telah banyak testimoni dari para sahabat Nabi dan orang terdahulu, seperti : ungkapan Yahya bin Mu’adz ar-Rozi : “ Lalu datanglah bisikan keinginan, karena siapa yang berjuang keras untuk berpisah dengan seseorang maka dia berkeinginan kuat untuk bertemu, dan barangsiapa yang suka  berkumpul maka hakekatnya dia juga berkeinginan untuk menyendiri “

Lalu, apa hukum zuhud di dunia, apakah fardlu apa sunnah ?
Maka sesungguhnya zuhud itu tentang hal-hal yang halal dan yang haram, dan zuhud yang sesungguhnya adalah jika mengindari yang HARAM maka hukumnya wajib, sedangkan menghindari yang halal hukumnya SUNNAH

Dan posisi orang yang zuhud terhadap perkara yang haram, demi tegaknya ketaatan, maka seperti benda mati tak tergoyah, sama sekali tidak tertarik untuk mendapatkannya, kecuali di saat darurat, dan itupun hanya untuk menghindari kondisi darurat.

Sedangkan zuhud dari hal-hal yang halal adalah sebagaimana yang dilakukan oleh WALI ABDAL ( yakni kaum yang diberi tugas oleh Alloh untuk menegakkan bumi, dan jika satu wafat maka akan diganti oleh Alloh yang sepadan ),dan sikap mereka terhadap hal-hal yang halal adalah seperti benda mati, dan mereka tidak ingin memperoleh yang halal itu kecuali sebatas kebutuhan yang mendesak saja.

Mereka memandang hal-hal yang haram sebagai neraka, tidak pernah terbetik dalam hati mereka untuk mendapatkannya, dan inilah yang disebut dengan dinginnya hati untuk memutus ketertarikan dan keinginan terhadapnya ( hal-hal yang haram ) serta mengingkari dan menjaga diri.dan tidak terdetik sedikitpun dalam hati mereka KEINGINAN akan hal-hal yang haram tersebut, serta tidah MENGUSAHAKAN untuk mendapatkannya.

Semoga menjadi ilmu yangmanfa’ah dan  berkah serta  diridloi Alloh, aamiin

( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam al-Ghozali    hal. :   85-86 )

Bahasan yang akan datang : “ Tanjakan ke-3 ( TANJAKAN PENGHALANG ) Bagian 3

0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak