Edisi N0: ( 20 ) 25 Januari 2018 M/
08 Jumadil Awal 1439 H
Ä “ TANJAKAN KE-3 : TANJAKAN
PENGHALANG ( Bagian 2 )
Ringkasan Bahasan Lalu
zuhud terukur itu ada 3 jenis :
- Tidak mencari sesuatu yang tidak ada padanya
- Memisahkan tercampurnya dua orientasi ( dunia dan
akherat )
- Menghindari
keinginan tentang dunia dan tidak
mengejarnya
Dan zuhud tidak terukur adalah : Melepaskan segala sesuatu ( selain
Alloh ) dari hati orang zahid
Ketahuilah bahwa
hal yang tersulit dari 3 jenis zuhud di atas adalah : tidak ada keinginan
dalam hati, berapa banyak yang secara dhohir bisa menutupi
keinginan-keinginan, namun dalam batin sangat berkeinginan, dan yang demikian
ini merupakan pergolakan dan konflik batin yang dahsyat, dan selalu begitu,
sebagaimana firman Alloh dalam QS. Al-Qoshosh : 83 “ Kehidupan akherat itu
Aku siapkan bagi mereka yang tidak menginginkan kemegahan di dunia dan tidak
menghendaki kerusakan “
______________________________________
Ayat di atas membahas tentang keinginan bukan mencari
atau melakukan yang diingini, juga Firman Alloh dalam QS. Asy-Syuuro : 20 “ Barangsiapa yang
menginginkan pahala akherat maka aku tambahkan pahala akherat itu, dan
barangsiapa yang menginginkan hasil dunia maka Aku berikan bagiannya, dan tidak
mendapat bagian di akherat “
Dan Firman Alloh dalam QS. Al-Isro; : 18-19 “ Barangsiapa
yang menghendaki aku segerakan ( pahala dunia ) maka Aku segerakan baginya di
dunia sekehendakKu bagi yang menginginkan (18) dan barangsiapa menginginkan
(pahala ) akherat serta berusaha dengan sungguh-sungguh (19)”
Dan semua ayat itu menunjukkan keinginan, yang
kemudian menjadi fokus perhatian. Namun bila seorang hamba berjuang dan
istiqomah untuk meninggalkan keinginan dunia dan memisahkan antara keinginan
dunia dan akherat, maka dia akan dicurahi anugerah oleh Alloh, dan melimpahi
taufiq padanya untuk menahan keinginan-keinginan duniawi serta tidak
mengusahakan mengejarnya dari hatinya, inilah keutamaan dari Alloh Azza Wa
Jalla.
Lalu hamba yang menghendaki untuk meninggalkan
keinginan-keinginan duniawi tersebut, terbantu dengan mengingat kehancuran
dunia dan cela yang akan tampak, dan hal itu telah banyak testimoni dari
para sahabat Nabi dan orang terdahulu, seperti : ungkapan Yahya bin Mu’adz
ar-Rozi : “ Lalu datanglah bisikan keinginan, karena siapa yang berjuang keras
untuk berpisah dengan seseorang maka dia berkeinginan kuat untuk bertemu, dan
barangsiapa yang suka berkumpul maka
hakekatnya dia juga berkeinginan untuk menyendiri “
Lalu, apa hukum zuhud di dunia, apakah fardlu apa sunnah
?
Maka sesungguhnya zuhud itu tentang hal-hal yang halal
dan yang haram, dan zuhud yang sesungguhnya adalah jika mengindari yang HARAM
maka hukumnya wajib, sedangkan menghindari yang halal hukumnya SUNNAH
Dan posisi orang yang zuhud terhadap perkara yang haram,
demi tegaknya ketaatan, maka seperti benda mati tak tergoyah, sama sekali tidak
tertarik untuk mendapatkannya, kecuali di saat darurat, dan itupun hanya untuk
menghindari kondisi darurat.
Sedangkan zuhud dari hal-hal yang halal adalah sebagaimana
yang dilakukan oleh WALI ABDAL ( yakni kaum yang diberi tugas oleh Alloh untuk
menegakkan bumi, dan jika satu wafat maka akan diganti oleh Alloh yang sepadan
),dan sikap mereka terhadap hal-hal yang halal adalah seperti benda mati, dan
mereka tidak ingin memperoleh yang halal itu kecuali sebatas kebutuhan yang
mendesak saja.
Mereka memandang
hal-hal yang haram sebagai neraka, tidak pernah terbetik dalam hati mereka
untuk mendapatkannya, dan inilah yang disebut dengan dinginnya hati untuk
memutus ketertarikan dan keinginan terhadapnya ( hal-hal yang haram ) serta
mengingkari dan menjaga diri.dan tidak terdetik sedikitpun dalam hati mereka
KEINGINAN akan hal-hal yang haram tersebut, serta tidah MENGUSAHAKAN untuk
mendapatkannya.
Semoga menjadi
ilmu yangmanfa’ah dan berkah serta diridloi Alloh, aamiin
( Dari kitab : Minhajul Abidin, ilaa jannati Robil ‘aalamiin, oleh : Imam
al-Ghozali hal. : 85-86 )
Bahasan yang akan datang : “ Tanjakan
ke-3 ( TANJAKAN PENGHALANG ) Bagian 3












0 comments:
Posting Komentar