Jumat, Januari 11, 2019

Nasehat para hamba ( Nashoihul Ibad ) - 3


Pertemuan ke 3 ( 30 Nopember  2018 / 22 Rabiul Awwal 1440 H

9. DUA DASAR KEMAKSIATAN
Sufyan Ats-Tsaury R.A berkata:
1. Setiap kemaksiatan yang timbul dari dorongan nafsu masih bisa diharapkan ampunannya.
2.Setiap kemaksiatan yang timbul dari dorongan kesombongan, maka tidak dapat diharapkan ampunannya.

Sebab kedurhakaan iblis bersumber dari sikap sombong, sedangkan tergelinciran Nabi Adam A.S akibat dari dorongan nafsu."

10. DUA JENIS TANGISAN
Seorang ulama zuhud berkata:
1.Barang siapa yang berbuat dosa, sementara dia tertawa (merasa bangga), maka kelak Allah akan memasukkannya ke neraka dalam keadaan menangis.
2. Barang siapa taat kepada Allah, sementara dia menangis (sebab amat takut kepada-Nya), maka kelak Allah akan memasukkannya ke surga dengan penuh kegembiraan."

11. LARANGAN MEREMEHKAN DOSA KECIL
"Janganlah kalian meremehkan dosa-dosa kecil, karena:
1. Dosa-dosa kecil itu dapat memunculkan beragam dosa besar.
2. Dosa-dosa kecil itu bisa jadi dapat menimbulkan murka Allah."


12. DUA JENIS DOSA
Rasulullah S.A.W bersabda:
1. "Tidak disebut sebagai dosa kecil apabila dosa tersebut dikerjakan secara terus-menerus.
2. Tidak disebut dosa besar apabila disertai dengan istighfar."

Dosa kecil bisa menjadi dosa besar apabila dilakukan secara terus-menerus. Maksud istighfar di sini adalah bertobas berikut syarat-syaratnya, sebag tobat dapat menghapus dosa meskipun dosa itu dosa besar. Imam Dailami meriwayatkan Hadist ini dari Ibnu 'Abbas, hanya saja kalimat pada nomor satu ditempatkan pada nomor dua dan sebaliknya.


13. DUA AKTIVITAS UTAMA
Ada yang mengatakan bahwa:
1. "Aktivitas utama orang arif (mengenal dan mencintai Allah) adalah memuji Allah.
2. Aktivitas utama orang zuhud adalah berdo'a.

Sebab tujuan orang arif adalah mencari keridhaan Allah, sementara tujuan orang zuhud adalah mencari pahala Allah."


14. DUA BUKTI BELUM MENGENAL ALLAH DAN DIRINYA SENDIRI
Seorang bijak berkata:
1.  1. Barang siapa menyangka bahwa ia punya penolong yang lebih utama dan lebih kuat daripada Allah, berarti ia belum mengenal Allah dengan baik.
  
2. Barang siapa menyangka bahwa dirinya mempunyai musuh yang lebih kuat daripada dorongan nafsunya, berarti ia belum mengenal dirinya dengan baik."


`15. DUA KERUSAKAN
Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A berkata dalam menafsirkan firmal Allah (QS. Ar-Ruum (30): 41 -edt):
"Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan.":

1. "Daratan maksudnya adalah lisan.
2. Lautan maksudnya adalah hati.

Apabila lisan rusak, maka menangislah manusia (karena merasa tersakiti), dan bila hati rusak, maka menangislah malaikat."

Di antara rusaknya lisan adalah digunakannya untuk mencaci-maki orang lain. Adapun di antara rusaknya hati adalah melakukan riya', sehingga para malaikat menangis karena menyesalkannya.

Sebab diserupakannya hati dengan lautan karena hati memiliki sifat luas dan dalam.



0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak