Pertemuan ke 3
( 30 Nopember 2018 / 22 Rabiul Awwal
1440 H
9. DUA DASAR KEMAKSIATAN
Sufyan Ats-Tsaury R.A berkata:
1. Setiap kemaksiatan yang
timbul dari dorongan nafsu masih bisa diharapkan ampunannya.
2.Setiap kemaksiatan yang timbul
dari dorongan kesombongan, maka tidak dapat diharapkan ampunannya.
Sebab kedurhakaan iblis bersumber
dari sikap sombong, sedangkan tergelinciran Nabi Adam A.S akibat dari dorongan
nafsu."
10. DUA JENIS TANGISAN
Seorang ulama zuhud berkata:
1.Barang siapa yang berbuat
dosa, sementara dia tertawa (merasa bangga), maka kelak Allah akan
memasukkannya ke neraka dalam keadaan menangis.
2. Barang siapa taat kepada Allah,
sementara dia menangis (sebab amat takut kepada-Nya), maka kelak Allah akan
memasukkannya ke surga dengan penuh kegembiraan."
11. LARANGAN MEREMEHKAN
DOSA KECIL
"Janganlah kalian meremehkan
dosa-dosa kecil, karena:
1. Dosa-dosa kecil itu dapat
memunculkan beragam dosa besar.
2. Dosa-dosa kecil itu bisa jadi
dapat menimbulkan murka Allah."
12. DUA JENIS DOSA
Rasulullah S.A.W bersabda:
1. "Tidak disebut sebagai dosa
kecil apabila dosa tersebut dikerjakan secara terus-menerus.
2. Tidak disebut dosa besar apabila
disertai dengan istighfar."
Dosa kecil bisa menjadi dosa besar
apabila dilakukan secara terus-menerus. Maksud istighfar di sini adalah
bertobas berikut syarat-syaratnya, sebag tobat dapat menghapus dosa meskipun
dosa itu dosa besar. Imam Dailami meriwayatkan Hadist ini dari Ibnu 'Abbas,
hanya saja kalimat pada nomor satu ditempatkan pada nomor dua dan sebaliknya.
13. DUA AKTIVITAS UTAMA
Ada yang mengatakan bahwa:
1. "Aktivitas utama orang arif
(mengenal dan mencintai Allah) adalah memuji Allah.
2. Aktivitas utama orang zuhud
adalah berdo'a.
Sebab tujuan orang arif adalah
mencari keridhaan Allah, sementara tujuan orang zuhud adalah mencari pahala
Allah."
14. DUA BUKTI BELUM
MENGENAL ALLAH DAN DIRINYA SENDIRI
Seorang bijak berkata:
1. 1. Barang
siapa menyangka bahwa ia punya penolong yang lebih utama dan lebih kuat
daripada Allah, berarti ia belum mengenal Allah dengan baik.
2. Barang siapa menyangka bahwa
dirinya mempunyai musuh yang lebih kuat daripada dorongan nafsunya, berarti ia
belum mengenal dirinya dengan baik."
`15. DUA KERUSAKAN
Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A berkata
dalam menafsirkan firmal Allah (QS. Ar-Ruum (30): 41 -edt):
"Telah
nampak kerusakan di daratan dan di lautan.":
1. "Daratan maksudnya adalah
lisan.
2. Lautan maksudnya adalah hati.
Apabila lisan rusak, maka
menangislah manusia (karena merasa tersakiti), dan bila hati rusak, maka
menangislah malaikat."
Di antara rusaknya lisan adalah
digunakannya untuk mencaci-maki orang lain. Adapun di antara rusaknya hati
adalah melakukan riya', sehingga para malaikat menangis karena menyesalkannya.
Sebab diserupakannya hati dengan
lautan karena hati memiliki sifat luas dan dalam.












0 comments:
Posting Komentar