Pertemuan ke 4 ( 14
Desember 2018 / 06 Rabiuts Tsani 1440 H
16. DUA NASEHAT TENTANG
NAFSU DAN SABAR
Dikatakan bahwa:
1. "Nafsu dapat menyebabkan
penguasa menjadi budak;
2. Sabar bisa menyebabkan budak
menjadi raja
Tidakkah engkau mengetahui tentang
cerita Nabi yusuf dan Zulaikha?"
Nabi Yusuf adalah putra Nabi Ya'qub
yang sangat sabar. Nabi Ya'qub adalah putra Nabi Ishaq yang sangat ramah,
sedangkan Nabi Ishaq adalah putra Nabi Ibrahim, kekasih Allah.
`17. DUA PENGENDALIAN
AKAL
Ada yang mengatakan:
1. "Berbahagialah orang yang
dapat menjadikan akalnya sebagai raja, sedangkan nafsunya dijadikan tawanan.
2. Celakalah orang yang menjadikan
nafsunya sebagai raja, sedangkan akalnya dijadikan tawanan".
Berbahagialah seseorang yang akal
sehatnya dapat mengendalikan dorongan nafsunya. Celakalah orang yang akalnya
terbelenggu dan dikendalikan oleh nafsunya.
18. DUA KEUNTUNGAN MENJAUHI KEHARAMAN
Dikatakan:
1. "Barang siapa menginggalkan
dosa, maka hatinya menjadi lembut.
2. Barang siapa meninggalkan perkara
yang haram serta memakan hanya yang halal, maka akal pikirannya menjadi
jernih."
19. DUA WAHYU ALLAH
KEPADA NABINYA
Sebagian para Nabi telah diberi
wahlu kepada Allah:
1. "Taatlah engkau kepada-Ku
dalam segala hal yang Aku perintahkan kepadamu.
2. Janganlah engkau mendurhakai Aku
dalam semua hal yang telah Aku perintahkan kepadamu.
20. DUA KESEMPURNAAN AKAL
Bukti kesempurnaan akal adalah:
1. "Mengikuti keridhaan Allah
ta'ala; dan
2. Menjauhi segala yang dimurkai
Allah."
21. DUA PERBEDAAN YANG BERILMU
DAN YANG BODOH
Dikatakan:
1. "Orang yang berpengetahuan
tidak akan merasa asing dimana pun ia berada.
2. Orang yang tidak berpengetahuan
akan merasa terasing dimana pun ia berada."
Orang yang berilmu dan beramal
shalih akan selalu dihormati dan dimuliakan orang dimana saja ia berada.
Sebaliknya, keberadaan orang bodoh dimana saja tetap tidak dihiraukan orang dan
selalu akan mengalami kesulitan.
22. DUA CIRI ORANG YANG
TAAT KEPADA ALLAH
Dikatatan: "Barang siapa yang
taat kepada Allah,
1. Akan dekat kepada Allah; dan
2. Asing diantara manusia."
Maksudnya, barang siapa yang telah
merasakan nikmat dengan menyibukkan diri dengan ketaatan kepada Allah, maka ia
akan merasa asing dari pergaulan manusia pada umumnya.
23. DUA AKTIVITAS INTI
Dikatakan:
1. "Aktivitas ketaatan adalah
bukti nyata mengenal Allah
2. Aktivitas gerakan tubuh adalah
pertanda kehidupan."
24. DUA SUMBER DOSA DAN
FITNAH
Rasulullah S.A.W pernah bersabda:
1. "Sumber segala dosa adalah
cinta dunia; dan
2. Sumber segala fitnah adalah tidak
mau membayar 1/10 harta (zakat pertanian) dan tidak akan membayar zakat (pada
umumnya)."
25. DUA PENGAKUAN
KELEMAHAN DIRI
Dikatakan:
1. "Orang yang selalu mengakui
kelemahan dirinya dalam ketaatan adalah terpuji; dan
2. Mengakui kelemahan diri (dalam
beramal) adalah tanda diterimanya amal."
Selalu mengakui bahwa dirinya kurang
dalam beramal shalih merupakan suatu tanda bahwa dirinya terhindar dari
penyakit ujub dan takabbur.
26. DUA PERBUATAN TERCELA
Dikatakan:
1. "Kufur nikmat adalah perbuatan
tercela;
2. Menemani orang yang tolol adalah
perbuatan sia-sia belaka."
Rasulullah S.A.W perah bersabda:
"Putuskanlah persahabatan
dengan orang yang tolol." (HR. Thabarani dari Basyir)
Maksudnya, janganlah berteman dengan
orang tolol, karena dikhawatirkan akan menularkan ketololannya kepada Anda.
Rasulullah S.A.W juga bersabda:
"Ada dua perkara, barang siapa
memiliki keduanya, maka Allah akan mencatat dia sebagai orang yang bersyukur
dan penyabar; dan barang siapa yang tidak memiliki kedua perkara tersebut, maka
Allah mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan tidak pula sebagai penyabar,
yaitu:
1. Orang yang dalam urusan agamanya
melihat kepada orang yang lebih tinggi daripadanya, lalu dia
mengikutinya; sedangkan dalam urusan dunianya dia melihat kepada orang
yang lebih rendah daripadanya, lalu dia memuji Allah atas karunia yang telah
diberikan kepadanya, maka Allah mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan
penyabar.
2. Orang yang dalam urusan agamanya
melihat kepada orang yang lebih rendah, sedangkan dalam urusan dunianya melihat
kepada orang yang lebih tinggi, lalu ia menyesali apa yang tidak dia capai,
maka Allah tidak mencatat dirinya sebagai orang yang bersyukur dan
penyabar." (HR. Tirmidzi dari Ibnu 'Amr)












0 comments:
Posting Komentar