Edisi N0: (21 ) 3Maret 2011 M/ 27 Rabiul Awwal -1432 H
” Tatacara sholatnya Nabi Muhammad saw. ”
عن
أبي حميد الساعدي أنه قال وهو في عشرة من أصحاب رسول الله(ص), أحدُهم أبو قتادة:
أنا أعلمكم بصلاة رسول الله(ص), وقالوا: ما كنتَ أقدمَ منا له صُحبة، ولا أكثرَنا
له إتيانا؟ قال: بلي، قالوا: فأعرض, فقال : كان رسول الله, إذا قام إلى الصلاة
اعتدل قائما ، ورفع يديه، يحاذي بهما منكبيه ، ثم يُكَبِّر ، فإذا أراد أن يركع ،
رفع يديه ، حتى يحاذي بهما منكبيه، ثم قال : الله أكبر ، وركع ثم اعتدل، فلم
يُصوِّب رأسه ولم يُقْنِع, ووضع يديه على ركبتيه، ثم قال: سمع الله لمن حمده، ورفع
يديه واعتدل، حتى يرجع كل عظم في موضعه معتدلاً, ثم هوى إلى الأرض ساجداً، ثم قال:
الله أكبر، ثم ثنى رِجْلَه وقعد عليها, واعتدل حتى يرجع كل عظم في موضعه، ثم نهض.
ثم
صنع في الركعة الثانية مثل ذلك، حتى إذا قام من السجدتين، كبَّر ورفع يديه حتى
يُحاذيَ بهما منكبيه، كما صنع حين افتتح الصلاة، ثم صنع كذلك، حتى إذا كانت الركعة
التي تنقضي فيها صلاته، أخَّر رجله اليسرى، وقعد على شِقه متورِّكا, ثم أسلم. قالوا: صدقت، هكذا رسول الله(ص)
ويقول
النبي(ص) : صلوا كما رأيتموني أصلي (رواه البخاري عن مالك بن الحويرث)
Proses Tatacara sholat :
- Meyakinkan terpenuhinya syarat sahnya sholat, seperti :
a. Menutup aurat
b. Suci pakaian, badan dan tempat sholat
c. Berwudlu untuk sholat
d. Adzan dan iqomah setelah masuk waktu shalat
e. Menghadap kiblat
- Disunnahkan melafalkan niat untuk sholat
- Takbirotul ihrom membaca takbir
” Allohu Akbar ” sambil mengangkat tangan hingga telapak tangan pada posisi
sejajar dengan telinga dalam keadaan tidak lepas dan tidak terlalu ketat
- Bersedekap dengan meletakkan
telapak tangan kanan pada tangan kiri, di atas pusar dan di bawah dada. Dengan
pandangan mata ke tempat sujud
- Membaca bacaan iftitah
- berta’awudl secara sirri ”
a’udzubillaahiminasy-syaithonir-rojiim ”
- Membaca basmalah dengan jahar, dan surah al-Fatihah
- Makmum megucap “ amin “ setelah bacaan “
Waladh-dhoolliin “
- Membaca beberapa ayat al-Qur’an atau surah pendek
- Bertakbir dengan mengankat
tangan saat akan rukuk
- membungkuksaat ruku’ dan meletakkan telapak tangan di lutut dalam
keadaan terkembang, punggung lurus, sejajar dengan kepala dengan membaca ”
subhaana robbiyal ’adhiimi wabihamdihi
- Beri’tidal mengangkat tangan
dan kepala dari ruku’ membaca ” sami’alloohu liman hamidah ” dilanjutkan dengan
” robbanaa lakal hamdu – mil-us-samaawaati wamil ul-ar-dli wamil-umaa-syi’ta
min syai-in ba’du ”
- Bertakbir untuk sujud dengan
cara meletakkan lutut, kedua telapak tangan, dahi lalu hidung. Telapak tangan
terkembang dengan jemari menghadap kiblat, dan posisinya renggang dari badan
bagi pria dan menempel bagi wanita. Dan perut berjarak dengan lutut ( bagi pria
) dan perut menempel dengan lutut ( bagi wanita ), membaca “ subhaana robbiyal
a’laa wabihamdih
- - Bertakbir untuk duduk diantara dua sujud, dan
pantat diletakkan diatas telapak kaki kiri, sedang telapak kaki kanan berdiri
tegak dengan jemari menghadap kiblat dan membaca doa : “robbigh fir lii…………….”
- Bertakbir untuk sujud kedua (
seperti cara sujud yang pertama )
- Bertakbir untuk bangkit
berdiri untuk rakaat kedua, dengan bertumpu pada telapak tangan yang menjejak
tanah, dengan proses kebalikan dari saat akan sujud ( mengangkat hidung, dahi,
tangan dan lutut )
- Tanpa doa iftitah, membaca
ta’awudz secara sirri dan membaca surah al-Fatihah, lalu membaca ayat qur’an
atau surah pendek ( seperti pada rakaat pertama )
- Kemudian melakukan ruku’
dan sujud seperti pada rakaat pertama.
- Membaca doa qunut setelah
ruku’ pada rakaat kedua dalam sholat Subuh
- setelah sempurna sujud
kedua pada rakaat kedua, lalu duduk “ iftirosy” untuk tasyahhud awwal (
Tahiyyat awal ), dengan jemari terkembang diatas paha dan mengarah ke kiblat,
lalu mengangkat jari telunjuk saat membaca “ illalloh “ tanpa
menggerak-gerakkan. Membaca doa tasyahhud sampai sholawat Nabi
- Sedangkan pada tasyahhud
akhir dengan cara duduk tawarruk ( meletakkan pantat di lantai, dengan telapak
kaki kanan berdiri dan jemari mengarah kiblat, dengan bacaan tasyahhud lengkap
hingga shalawat Ibrahimiyyah dan do’a
- Mengucapkan salam sembari
menoleh ke kanan, dan bersalam dengan menoleh ke kiri
Yang Makruh saat
shalat
1. Meninggalkan
wajib sholat dengan sengaja
2. Meninggalkan
sunnah sholat dengan sengaja
3. Memanjangkan
bacaan surah pada rakaat ke dua
4. Mengulang
bacaan surat yang sama dalam rakaat yang sama
5. Membaca
surah dengan urutan terbalik, seperti membaca al-Ikhlash pada rakaat 1 dan
membaca al-Kafirun pada rakaat 2.
6. Meneruskan
bacaan surah saat ruku’
7. Menggerakkan
tangan tanpa alasan’
8. Memainkan
jemari tangan
9. Menutup
mata ( kecuali karena takut tertimpa sesuatu )
10. Menoleh (
memalingkan wajah ) tanpa alasan, selama kaki berpijak pada posisi menghadap
kiblat, tapi kalau kaki telah berubah posisi maka sholatnya batal.
11. Memandang
ke langit ( atas )
12. Berdir pada satu kaki, atau
mengankat kaki yang satu diletakkan pada kaki yang lain
13. Sholat dekat dengan tempat buang air, atau
dekat dengan aroma yang menyengat ( apabila waktu sholat masih panjang ), dan
shalat mendahului makanan yang telah terhidang.
14. Meludah, meski diluar tempat sujud
15. Menguap tanpa menutup mulut, dan leha-leha dalam sholat
16. Bersandar pada dinding atau yang sejenis
17. Menjawab salam dengan isarat tangan atau kepala
18. Membaca surah pada rakaat ke 3 dan ke 4
19. Membaca secara jahar pada sholat sirr ( dhuhur dan Ashar ) atau
membaca dengan sirr pada sholat jahar
20. Tidak membaca doa setelah tasyahhud akhir
21. Merapikan rambut
22.
meletakkan pantat pada telapak kaki yang bertumpuk
23. meletakkan tangan (
hasta ) saat sujud
24. Memakai pakaian tidak sopan
25. Memakai pakaian yang ada gambar manusia atau binatang
26. Sholat menghadap api yang menyala
27. Shalat dengan kain yang terselempang tanpa baju dengan sengaja
28. Membaca takbir, tasbih atau yang lain yang bukan pada tempatnya
29. Tidak memakai pembatas dalam sholat
Demikian semoga menjadi ilmu yang maslahat dunia dan akherat. Amiiin
Wallohu a'lam bish-showab.












0 comments:
Posting Komentar