Selasa, Maret 05, 2019

MuKaFi 21 - Tatacara sholatnya Nabi Muhammad saw.



Edisi N0: (21 ) 3Maret  2011 M/ 27 Rabiul Awwal  -1432 H

 ” Tatacara sholatnya Nabi Muhammad saw. ”

عن أبي حميد الساعدي أنه قال وهو في عشرة من أصحاب رسول الله(ص), أحدُهم أبو قتادة: أنا أعلمكم بصلاة رسول الله(ص), وقالوا: ما كنتَ أقدمَ منا له صُحبة، ولا أكثرَنا له إتيانا؟ قال: بلي، قالوا: فأعرض, فقال : كان رسول الله, إذا قام إلى الصلاة اعتدل قائما ، ورفع يديه، يحاذي بهما منكبيه ، ثم يُكَبِّر ، فإذا أراد أن يركع ، رفع يديه ، حتى يحاذي بهما منكبيه، ثم قال : الله أكبر ، وركع ثم اعتدل، فلم يُصوِّب رأسه ولم يُقْنِع, ووضع يديه على ركبتيه، ثم قال: سمع الله لمن حمده، ورفع يديه واعتدل، حتى يرجع كل عظم في موضعه معتدلاً, ثم هوى إلى الأرض ساجداً، ثم قال: الله أكبر، ثم ثنى رِجْلَه وقعد عليها, واعتدل حتى يرجع كل عظم في موضعه، ثم نهض.


ثم صنع في الركعة الثانية مثل ذلك، حتى إذا قام من السجدتين، كبَّر ورفع يديه حتى يُحاذيَ بهما منكبيه، كما صنع حين افتتح الصلاة، ثم صنع كذلك، حتى إذا كانت الركعة التي تنقضي فيها صلاته، أخَّر رجله اليسرى، وقعد على شِقه متورِّكا, ثم أسلم.   قالوا: صدقت، هكذا رسول الله(ص)  
ويقول النبي(ص) : صلوا كما رأيتموني أصلي (رواه البخاري عن مالك بن الحويرث)

Proses Tatacara sholat :

- Meyakinkan terpenuhinya syarat sahnya sholat, seperti :
a. Menutup aurat
b. Suci pakaian, badan dan tempat sholat
c. Berwudlu untuk sholat
d. Adzan dan iqomah setelah masuk waktu shalat
e. Menghadap kiblat
- Disunnahkan melafalkan niat untuk sholat
- Takbirotul ihrom membaca takbir ” Allohu Akbar ” sambil mengangkat tangan hingga telapak tangan pada posisi sejajar dengan telinga dalam keadaan tidak lepas dan tidak terlalu ketat
- Bersedekap dengan meletakkan telapak tangan kanan pada tangan kiri, di atas pusar dan di bawah dada. Dengan pandangan mata ke tempat sujud
- Membaca bacaan iftitah
- berta’awudl secara sirri ” a’udzubillaahiminasy-syaithonir-rojiim ”
- Membaca basmalah dengan jahar, dan surah al-Fatihah
- Makmum megucap “ amin “ setelah bacaan “ Waladh-dhoolliin “
- Membaca beberapa ayat al-Qur’an atau surah pendek
- Bertakbir dengan mengankat tangan saat akan rukuk
- membungkuksaat ruku’  dan meletakkan telapak tangan di lutut dalam keadaan terkembang, punggung lurus, sejajar dengan kepala dengan membaca ” subhaana robbiyal ’adhiimi wabihamdihi
- Beri’tidal mengangkat tangan dan kepala dari ruku’ membaca ” sami’alloohu liman hamidah ” dilanjutkan dengan ” robbanaa lakal hamdu – mil-us-samaawaati wamil ul-ar-dli wamil-umaa-syi’ta min syai-in ba’du ”
- Bertakbir untuk sujud dengan cara meletakkan lutut, kedua telapak tangan, dahi lalu hidung. Telapak tangan terkembang dengan jemari menghadap kiblat, dan posisinya renggang dari badan bagi pria dan menempel bagi wanita. Dan perut berjarak dengan lutut ( bagi pria ) dan perut menempel dengan lutut ( bagi wanita ), membaca “ subhaana robbiyal a’laa wabihamdih
-  - Bertakbir untuk duduk diantara dua sujud, dan pantat diletakkan diatas telapak kaki kiri, sedang telapak kaki kanan berdiri tegak dengan jemari menghadap kiblat dan membaca doa : “robbigh fir lii…………….”
- Bertakbir untuk sujud kedua ( seperti cara sujud yang pertama )
- Bertakbir untuk bangkit berdiri untuk rakaat kedua, dengan bertumpu pada telapak tangan yang menjejak tanah, dengan proses kebalikan dari saat akan sujud ( mengangkat hidung, dahi, tangan dan lutut )
- Tanpa doa iftitah, membaca ta’awudz secara sirri dan membaca surah al-Fatihah, lalu membaca ayat qur’an atau surah pendek ( seperti pada rakaat pertama )
- Kemudian melakukan ruku’ dan sujud seperti pada rakaat pertama.
- Membaca doa qunut setelah ruku’ pada rakaat kedua dalam sholat Subuh
- setelah sempurna sujud kedua pada rakaat kedua, lalu duduk “ iftirosy” untuk tasyahhud awwal ( Tahiyyat awal ), dengan jemari terkembang diatas paha dan mengarah ke kiblat, lalu mengangkat jari telunjuk saat membaca “ illalloh “ tanpa menggerak-gerakkan. Membaca doa tasyahhud sampai sholawat Nabi
- Sedangkan pada tasyahhud akhir dengan cara duduk tawarruk ( meletakkan pantat di lantai, dengan telapak kaki kanan berdiri dan jemari mengarah kiblat, dengan bacaan tasyahhud lengkap hingga shalawat Ibrahimiyyah dan do’a
- Mengucapkan salam sembari menoleh ke kanan, dan bersalam dengan menoleh ke kiri

Yang Makruh saat shalat
1. Meninggalkan wajib sholat dengan sengaja
2.  Meninggalkan sunnah sholat dengan sengaja
3.  Memanjangkan bacaan surah pada rakaat ke dua
4.  Mengulang bacaan surat yang sama dalam rakaat yang sama
5.  Membaca surah dengan urutan terbalik, seperti membaca al-Ikhlash pada rakaat 1 dan membaca al-Kafirun pada rakaat 2.
6.  Meneruskan bacaan surah saat ruku’
7.  Menggerakkan tangan tanpa alasan’
8.  Memainkan jemari tangan
9.  Menutup mata ( kecuali karena takut tertimpa sesuatu )
10.  Menoleh ( memalingkan wajah ) tanpa alasan, selama kaki berpijak pada posisi menghadap kiblat, tapi kalau kaki telah berubah posisi maka sholatnya batal.
11.  Memandang ke langit ( atas )
12. Berdir pada satu kaki, atau mengankat kaki yang satu diletakkan pada kaki yang lain

13. Sholat dekat dengan tempat buang air, atau dekat dengan aroma yang menyengat ( apabila waktu sholat masih panjang ), dan shalat mendahului makanan yang telah terhidang.
14. Meludah, meski diluar tempat sujud
15. Menguap tanpa menutup mulut, dan leha-leha dalam sholat
16. Bersandar pada dinding atau yang sejenis
17. Menjawab salam dengan isarat tangan atau kepala
18. Membaca surah pada rakaat ke 3 dan ke 4
19. Membaca secara jahar pada sholat sirr ( dhuhur dan Ashar ) atau membaca dengan sirr pada sholat jahar
20. Tidak membaca doa setelah tasyahhud akhir
21.  Merapikan rambut
22.  meletakkan pantat pada telapak kaki yang bertumpuk
23.  meletakkan tangan ( hasta ) saat sujud
24.  Memakai pakaian tidak sopan
25.  Memakai pakaian yang ada gambar manusia atau binatang
26.  Sholat menghadap api yang menyala
27.  Shalat dengan kain yang terselempang tanpa baju dengan sengaja
28.  Membaca takbir, tasbih atau yang lain yang bukan pada tempatnya
29.  Tidak memakai pembatas dalam sholat

Demikian semoga menjadi ilmu yang maslahat dunia dan akherat. Amiiin
Wallohu a'lam bish-showab.






0 comments:

Posting Komentar

 

Kontak